Karhutla Inhu Capai 150 Hektare, Pangdam dan Kapolda Riau Salat Istisqa di Lokasi Kebakaran

Karhutla Inhu Capai 150 Hektare, Pangdam dan Kapolda Riau Salat Istisqa di Lokasi Kebakaran

Beritariau.com, Inhu -- Di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo bersama Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heriawan dan Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Ade Agus Hartanto melaksanakan Salat Istisqa.

Salat untuk memohon turunnya hujan tersebut digelar di Posko 1 Karhutla, Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Inhu, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salat Istisqa dilaksanakan setelah Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama rombongan meninjau langsung lokasi penanganan karhutla. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menerima paparan mengenai perkembangan kebakaran serta langkah-langkah yang telah dilakukan personel gabungan di lapangan.

Luas Karhutla Capai 150 Hektare

Berdasarkan laporan Posko 1 Karhutla, luas lahan yang terdampak kebakaran di wilayah tersebut mencapai sekitar 150 hektare.

Dari luasan tersebut, sekitar 50 hektare telah berhasil ditangani. Namun, upaya pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan meluas ke wilayah lainnya.

Penanganan karhutla melibatkan 566 personel gabungan dari berbagai unsur. Selain aparat dan instansi terkait, Masyarakat Peduli Api (MPA) turut dilibatkan dalam upaya pemadaman serta penanganan kebakaran di lokasi.

Pangdam menegaskan seluruh unsur yang terlibat harus terus menjaga kekompakan dan meningkatkan koordinasi selama proses penanganan karhutla berlangsung.

Ia meminta personel tidak mengendurkan upaya pemadaman, pendinginan, patroli, maupun pemantauan terhadap titik-titik api.

Berdoa Memohon Hujan

Di tengah kondisi lahan yang masih terbakar, Pangdam bersama Kapolda Riau, Bupati Inhu dan rombongan kemudian melaksanakan Salat Istisqa.

Doa dipanjatkan agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang diharapkan dapat membantu proses pemadaman sekaligus mempercepat pendinginan lahan yang terbakar.

"Upaya di lapangan terus kita maksimalkan bersama seluruh unsur. Di samping ikhtiar melalui kerja keras, hari ini kita juga berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan sehingga penanganan Karhutla dapat semakin optimal," kata Pangdam.

Salat Istisqa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah perjuangan ratusan personel mengendalikan karhutla di Inhu.

Di lapangan, operasi pemadaman dan pendinginan tetap menjadi prioritas untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran kembali muncul dan meluas.

Seluruh Unsur Diminta Tetap Solid

Pangdam juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menghadapi karhutla. Menurutnya, kondisi di lapangan membutuhkan kerja bersama dan konsistensi hingga kebakaran benar-benar dapat dikendalikan.

Dengan melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur, upaya penanganan terus diarahkan pada pemadaman, pendinginan lahan, patroli serta pemantauan kawasan yang berpotensi kembali terbakar.

Kombinasi antara kerja keras di lapangan dan doa diharapkan dapat membantu mempercepat pengendalian karhutla di wilayah Inhu serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. (*)