Kakanwil Kemenag Riau Kecam Pembakaran Vihara Muara Takus, Minta Warga Tak Terprovokasi

Kakanwil Kemenag Riau Kecam Pembakaran Vihara Muara Takus, Minta Warga Tak Terprovokasi

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Muliardi

Beritariau.com, Pekanbaru -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Muliardi, mengecam keras aksi pembakaran Vihara Muara Takus di Dusun Kendalisodo, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu.

Muliardi menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena bukan hanya merusak tempat ibadah, tetapi juga berpotensi mengganggu kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama yang selama ini terjaga di Riau.

“Kami mengutuk keras tindakan pembakaran tempat ibadah Vihara Muara Takus. Perbuatan seperti ini tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga mencederai kerukunan dan keharmonisan kehidupan umat beragama yang selama ini telah terjaga di Provinsi Riau,” tegas Muliardi, Senin (7/9/2026).

Pembimas Buddha Diturunkan ke Lokasi

Sebagai bentuk respons atas kejadian tersebut, Muliardi telah menugaskan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kemenag Riau, Wiryanto, untuk meninjau langsung lokasi kebakaran.

Peninjauan dilakukan untuk mengetahui kondisi tempat ibadah pascakejadian sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait serta mendapatkan informasi mengenai situasi terkini di lapangan.

“Kami sudah menugaskan Pembimas Buddha untuk turun langsung ke lokasi. Kami ingin memastikan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Yang paling penting saat ini adalah menjaga situasi tetap kondusif dan memastikan umat tidak terprovokasi,” ujarnya.

Muliardi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi maupun isu yang belum diketahui kebenarannya. Menurutnya, penyebaran kabar yang tidak jelas sumbernya dapat memperkeruh suasana dan berpotensi memicu konflik antarumat beragama.

“Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Mari kita jaga hati, jaga ucapan, dan jaga kerukunan. Jangan sampai persoalan yang terjadi justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah persaudaraan masyarakat Riau,” katanya.

Serahkan Penanganan kepada Aparat

Muliardi meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Ia juga mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri ataupun menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh keadaan.

“Riau selama ini dikenal sebagai daerah yang masyarakatnya hidup dalam keberagaman dengan semangat toleransi dan saling menghormati. Kerukunan ini adalah modal sosial yang sangat berharga dan harus kita rawat bersama,” lanjutnya.

Ia berharap tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi keagamaan, serta seluruh elemen masyarakat turut mengambil peran dalam menjaga suasana tetap tenang dan memperkuat persaudaraan.

Menurut Muliardi, perbedaan agama, suku, dan latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk menciptakan Riau yang aman, damai, dan harmonis.

“Mari kita bersama-sama menjaga Riau sebagai rumah bersama. Jangan biarkan tindakan oknum merusak kerukunan yang telah kita bangun selama ini. Kita kedepankan persaudaraan, saling menghormati, dan penyelesaian setiap persoalan melalui jalur hukum,” pungkasnya.

Vihara Muara Takus diketahui terbakar pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Tempat ibadah tersebut berada di Dusun Kendalisodo, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu.

Peristiwa tersebut kini telah ditangani oleh Polsek Rambah Hilir untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (*)