Erupsi Anak Krakatau Bikin Soetta Lumpuh, 22.798 Penumpang Terdampak dan 209 Penerbangan Kena Imbas

Ilustrasi/Net
Beritariau.com, Jakarta -- Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terganggu. Penutupan sementara bandara berdampak besar terhadap perjalanan udara, dengan 22.798 penumpang terdampak dan 209 pergerakan penerbangan terkena imbas.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan serta BMKG untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan penutupan dilakukan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di kawasan bandara.
Soetta Ditutup hingga 09.30 WIB
Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB, Minggu (6/9/2026).
Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut hasil paper test yang dilakukan pada pukul 00.35-01.05 WIB dan menunjukkan hasil positif adanya sebaran abu vulkanik.
Pemeriksaan kembali dilakukan Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05-06.35 WIB. Hasilnya masih menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.
Kondisi tersebut membuat penutupan operasional diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26.
“Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara dari pukul 01.30 WIB s.d. 09.30 WIB. Penutupan wilayah udara ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil paper test pada Minggu (6/9) pukul 00.35 WIB - 01.05 WIB yang menunjukkan hasil positif sebaran abu vulkanik,” kata Lukman dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).
209 Penerbangan Terdampak
Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 05.30 WIB, tercatat 209 pergerakan penerbangan terdampak selama periode penutupan.
Dampaknya tidak hanya dirasakan maskapai, tetapi juga puluhan ribu penumpang. Total penumpang yang terdampak mencapai 22.798 orang.
Meski aktivitas penerbangan terganggu, seluruh pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) dipastikan berada dalam kondisi aman.
Sebanyak 170 pesawat masih berada di area apron Bandara Soekarno-Hatta, dengan rincian:
Terminal 1: 66 pesawat.
Terminal 2: 51 pesawat.
Terminal 3: 49 pesawat.
Kargo: 4 pesawat.
Untuk rute dengan pergerakan terdampak terbanyak, penerbangan domestik utama tercatat pada rute Makassar (UPG) dengan 16 pergerakan pesawat.
Sementara untuk penerbangan internasional, rute Singapura (SIN) menjadi yang terbanyak dengan 11 pergerakan pesawat terdampak.
Ada Pembatalan hingga Pengalihan Penerbangan
Gangguan operasional juga memicu perubahan status sejumlah penerbangan internasional dan domestik.
Untuk penerbangan internasional, tercatat 16 penerbangan dibatalkan, 7 ditunda dan 5 dijadwalkan kembali.
Rute yang terdampak antara lain Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS) dan Kuala Lumpur (KUL).
Sementara penerbangan domestik mencatat 4 pembatalan dan 1 penerbangan dialihkan untuk rute Lampung (TKG), Denpasar (DPS) dan Surabaya (SUB).
“Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur,” lanjut Lukman.
Waspada Efek Domino Jadwal Penerbangan
Ditjen Perhubungan Udara juga mewaspadai dampak berantai atau cascading impact akibat penutupan bandara.
Gangguan tidak hanya memengaruhi penerbangan yang berlangsung pada periode penutupan, tetapi juga berpotensi mengacaukan rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya hingga kapasitas terminal.
Karena itu, penyesuaian operasional akan dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi abu vulkanik dan situasi di lapangan.
Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan penerbangan.
Ditjen Perhubungan Udara mengimbau calon penumpang yang akan bepergian melalui Bandara Soekarno-Hatta untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai mengenai status penerbangan masing-masing.
Masyarakat juga diminta tidak datang ke bandara terlebih dahulu sebelum mendapatkan kepastian mengenai jadwal penerbangannya. (*)

