Ganti Rugi Lahan Flyover Garuda Sakti Ditargetkan Tuntas Akhir 2026, Konstruksi Dimulai 2027

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau terus mempercepat persiapan pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti di Panam, Pekanbaru. Proses pembebasan lahan ditargetkan rampung pada akhir 2026 agar pembangunan fisik dapat dimulai pada 2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemprov Riau, sementara pembangunan fisik flyover akan dilaksanakan pemerintah pusat melalui Kementerian PU.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, terdapat 94 persil tanah yang harus dibebaskan untuk mendukung proyek tersebut.
"Target kami, proses ganti rugi dan pembebasan lahan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026," ujar SF Hariyanto, Rabu (22/7/2026).
Selain pembebasan lahan, persiapan teknis juga terus berjalan. BPJN Riau telah menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) beserta dokumen pendukung, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sehingga seluruh tahapan dapat berjalan secara paralel.
"Dengan pembebasan lahan yang dituntaskan tahun ini dan dokumen teknis yang sudah difinalkan, kami menargetkan pembangunan fisik flyover dapat dimulai pada 2027," jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak, mengatakan pihaknya siap mengusulkan pelaksanaan konstruksi kepada Kementerian PU segera setelah proses pembebasan lahan selesai.
"DED pembangunan flyover sudah selesai, termasuk Amdal. Begitu lahan siap, kami langsung melaporkan kepada pimpinan untuk pelaksanaan pembangunan fisiknya," kata Yohanis.
Ia menjelaskan, flyover tersebut memiliki panjang penanganan 644 meter dan akan membentang dari Jalan HR Soebrantas menuju arah Bangkinang. Rinciannya meliputi oprit sepanjang 145 meter di sisi Pekanbaru dan 160 meter di sisi Bangkinang.
Adapun spesifikasi teknis lainnya mencakup clearance setinggi 5,3 meter, perkerasan oprit dan frontage menggunakan rigid pavement, serta lebar struktur flyover mencapai 18,8 meter.
Pembangunan Flyover Simpang Garuda Sakti diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di kawasan Panam yang merupakan salah satu simpul lalu lintas tersibuk di Kota Pekanbaru, sekaligus meningkatkan kelancaran arus kendaraan menuju Kabupaten Kampar dan wilayah sekitarnya. (*)

