Kabar Duka! Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia Wafat di Pekanbaru

Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia, Haryono Maha Seri Bijawangsa, semasa hidup. (dok. Istimewa)
Beritariau.com, Pekanbaru -- Dunia pendidikan dan masyarakat adat pesisir Riau berduka. Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia sekaligus dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (Unri), Dr. Haryono Maha Seri Bijawangsa, meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026) pagi di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru.
Suasana duka tampak di rumah almarhum di Kompleks Grand Delima Residence, Pekanbaru. Sejak jenazah tiba sekitar pukul 10.30 WIB dari rumah sakit, para pelayat dari kalangan akademisi, tokoh masyarakat, budayawan, hingga kerabat silih berganti datang memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian tokoh asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tersebut meninggalkan duka mendalam bagi civitas akademika Universitas Riau. Semasa hidupnya, Haryono dikenal sebagai pendidik yang berdedikasi tinggi sekaligus pejuang hak-hak masyarakat adat pesisir, khususnya Suku Laut.
Wakil Rektor I Universitas Riau, Dr. Mexsasai Indra, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum yang dinilai telah memberikan pengabdian besar bagi dunia pendidikan.
"Kami keluarga besar Universitas Riau mengucapkan duka yang mendalam atas meninggalnya Dr. Haryono. Almarhum merupakan dosen FKIP yang penuh dedikasi dan komitmen untuk mengabdi pada Universitas Riau," ujarnya.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa setelah disemayamkan di rumah duka di Pekanbaru, jenazah diberangkatkan ke kampung halamannya di Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.
Abang kandung almarhum, Suhardi, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. Ia mengenang adiknya sebagai sosok yang sepanjang hidupnya tidak pernah lelah memperjuangkan akses pendidikan bagi anak-anak nelayan dan masyarakat pesisir.
"Mohon dimaafkan jika ada salah dari adik kami. Kami sangat kehilangan, dan siang ini jenazah langsung dibawa ke kampung halaman di Kecamatan Concong untuk dimakamkan di sana," tuturnya.
Ucapan belasungkawa juga datang dari kalangan budayawan. Seniman Riau, Mosthamir Thalib, menilai Haryono sebagai sosok langka yang menjadi kebanggaan masyarakat Suku Laut di pesisir Indragiri Hilir.
"Beliau bagian dari keluarga besar kami dari pesisir Inhil. Kami sangat merasa kehilangan. Sangat sedikit dari Suku Laut yang menjadi tokoh terpandang di daerah ini, dan beliau merupakan salah satu yang paling membanggakan," ujar Mosthamir.
Semasa hidupnya, Dr. Haryono Maha Seri Bijawangsa dikenal aktif mengabdikan diri di dunia pendidikan sekaligus memperjuangkan pelestarian budaya serta peningkatan kesejahteraan masyarakat adat pesisir, khususnya komunitas Orang Laut di Riau. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia akademik, masyarakat adat, dan kebudayaan di Provinsi Riau. (*)

