Bupati Herman Tinjau Korban Abrasi di Tanah Merah

Beritariau.com, Tanah Merah -- Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE., MT. meninjau langsung lokasi bencana abrasi di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Senin (20/7). Selain memastikan penanganan darurat berjalan optimal, Bupati juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak serta menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan langkah mitigasi dan penanganan jangka panjang.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, anggota DPRD Daerah Pemilihan V, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rombongan mengunjungi kawasan terdampak di Jalan Nirwana, RT 003/RW 004, Kelurahan Kuala Enok, untuk melihat langsung kondisi masyarakat pascabencana.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, abrasi mengakibatkan tujuh rumah mengalami rusak berat di Kelurahan Kuala Enok yang dihuni 25 jiwa dari delapan kepala keluarga. Sementara di Desa Sungai Nyiur, bencana serupa merusak enam rumah yang ditempati 17 jiwa dari sembilan kepala keluarga, serta menyebabkan kerusakan pada lima fasilitas umum.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Inhil menyalurkan bantuan berupa uang tunai, makanan siap saji, perlengkapan rumah tangga, hingga dokumen administrasi kependudukan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Baznas, serta dukungan berbagai pihak.
Di hadapan masyarakat, Bupati Herman menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang terjadi dan memastikan pemerintah daerah akan terus mendampingi warga hingga proses pemulihan selesai.
"Bantuan yang kami serahkan hari ini merupakan bantuan darurat untuk meringankan beban masyarakat. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan mengusulkan sejumlah wilayah yang rawan abrasi dan bencana lainnya kepada pemerintah pusat agar dapat ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana. Dengan demikian, langkah mitigasi dan penanganan dapat dilakukan lebih dini dan lebih komprehensif," ujar Herman.
Ia menegaskan bahwa penanganan abrasi tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan darurat semata. Pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah untuk melakukan pendataan kerusakan, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus menyusun langkah-langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Melalui upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berharap penanganan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat, sementara strategi mitigasi yang disiapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir dan daerah rawan abrasi. (*)

