Cegah Bullying dan Kenakalan Remaja
Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Pelajar MTs Al-Falah Jangkang�

Beritariau.com, Bengkalis -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Berdampak 2026 Desa Jangkang menggelar sosialisasi tentang pencegahan kenakalan remaja dan bullying bagi siswa MTs Al-Falah, Desa Jangkang, Kabupaten Bengkalis, Senin (20/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Sosialisasi dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, sesi tanya jawab, permainan edukatif, hingga simulasi peran (role play). Berbagai metode tersebut diterapkan agar para siswa lebih mudah memahami karakteristik masa remaja, mengenali berbagai bentuk bullying, serta mengetahui cara mencegah dan menyikapinya secara tepat.
Materi yang disampaikan mencakup bahaya kenakalan remaja, dampak bullying secara fisik, verbal, maupun cyberbullying, serta pentingnya membangun sikap saling menghargai di lingkungan sekolah dan pergaulan.
Ketua Kelompok Kukerta UNRI Berdampak 2026 Desa Jangkang, Bagas Pratama, mengatakan masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap berbagai tekanan sosial sehingga edukasi sejak dini sangat diperlukan.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai perubahan yang terjadi pada masa remaja sekaligus menumbuhkan keberanian untuk mengenali, mencegah, dan melaporkan tindakan perundungan.
"Kami berharap siswa dapat memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan terbebas dari segala bentuk bullying," ujarnya.
Kepala MTs Al-Falah Desa Jangkang, Bakhtiar, menyambut positif kegiatan yang diinisiasi mahasiswa Kukerta UNRI. Ia menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi peserta didik saat ini dan mampu mendukung pembentukan karakter siswa.
"Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa Kukerta. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat dalam membangun karakter peserta didik sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif dan bebas dari perilaku bullying," katanya.
Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Hendra Taufik, S.T., M.Sc., bersama tim mahasiswa Kukerta UNRI Berdampak 2026 Desa Jangkang.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Kukerta berharap kesadaran siswa terhadap bahaya kenakalan remaja dan bullying semakin meningkat sehingga tercipta budaya sekolah yang saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik dalam lingkungan yang positif. (*)

