HKG ke-54, Wabup Bengkalis Ajak PKK Perkuat Ketahanan Keluarga

Beritariau.com, Bantan -- Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso membuka puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu tingkat Kabupaten Bengkalis di Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat peran Tim Penggerak PKK dan Posyandu sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga yang berkualitas, meningkatkan pelayanan dasar, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Bagus Santoso menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Tim Penggerak PKK, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan, atas dedikasi mereka dalam memberdayakan masyarakat dan memperkuat ketahanan keluarga.

"Melalui peringatan HKG PKK, jadikan momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, dan komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, sehat, mandiri, dan sejahtera sebagai fondasi utama pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Ia menjelaskan, tema HKG PKK Tahun 2026, "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, dan Wujudkan Indonesia Emas Tahun 2045", selaras dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan keluarga sebagai pusat pembentukan karakter, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ketahanan sosial.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

"Dari keluarga yang sehat akan lahir generasi yang cerdas, dari keluarga yang harmonis akan tumbuh masyarakat yang kuat, dan dari keluarga yang berdaya akan lahir daerah yang maju," kata Bagus.

Wakil Bupati menegaskan bahwa Tim Penggerak PKK memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK, mulai dari penguatan nilai-nilai Pancasila, gotong royong, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pelestarian lingkungan hidup, hingga perencanaan keluarga yang sehat.

Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh kader PKK dan kader Posyandu atas kontribusi mereka dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk peningkatan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting, pengembangan usaha peningkatan pendapatan keluarga, pemanfaatan pekarangan pangan lestari, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Pada kesempatan tersebut, Bagus Santoso turut menyoroti transformasi Posyandu yang kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa dan kelurahan.

Enam bidang pelayanan tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga pelayanan sosial.

Menurutnya, transformasi ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan publik yang lebih terpadu, mudah diakses, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas kader, memanfaatkan teknologi informasi, serta memastikan seluruh pelayanan dasar dapat dirasakan secara merata.

"Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan terus memberikan dukungan terhadap setiap gerakan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan TP-PKK. Mari jadikan peringatan HKG PKK ke-54 ini sebagai momentum memperkuat gotong royong dalam membangun keluarga yang tangguh, masyarakat yang mandiri, desa yang maju, serta mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang Bermartabat, Maju, Sejahtera, dan Unggul," pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Hj. Siti Aisyah, jajaran kepala perangkat daerah, unsur Forkopimcam, tenaga kesehatan, kader PKK, kader Posyandu, serta berbagai pemangku kepentingan yang berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bengkalis. (*)