Juventus Tersingkir dari Liga Champions Usai Victor Osimhen Menjadi Pahlawan Galatasaray

Juventus Tersingkir dari Liga Champions Usai Victor Osimhen Menjadi Pahlawan Galatasaray

Skuad Galatasaray merayakan gol Victor Osimhen ke gawang Juventus di Liga Champions, Kamis (26/02/2026). (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP Photo

Beritariau.com - Allianz Stadium menjadi saksi sebuah drama yang akan selalu dikenang para penggemar Juventus dan Galatasaray. Di leg kedua playoff Liga Champions 2025/2026, Juventus berjuang mati-matian, meski harus bermain dengan 10 pemain, namun kisah mereka di kompetisi ini harus berakhir tragis.

Sejak menit awal, Juventus menekan dengan agresif. Sundulan Federico Gatti dari jarak dekat nyaris membuka skor pada menit ke-4, namun bola melayang di atas mistar. Beberapa menit kemudian, Teun Koopmeiners mencoba menyambar umpan silang, tetapi peluang itu juga gagal.

Galatasaray membalas dengan cepat. Victor Osimhen melepaskan sepakan keras pada menit ke-11, memaksa kiper Mattia Perin melakukan penyelamatan gemilang. Juventus tetap dominan dan akhirnya mendapatkan penalti menjelang turun minum setelah Torreira dijatuhkan di kotak terlarang. Manuel Locatelli mengeksekusi dengan tenang, membawa Juventus unggul 1-0 di laga ini dan memperkecil agregat menjadi 3-5.

Drama semakin memuncak di babak kedua. Lloyd Kelly diusir wasit setelah menginjak Yilmaz secara tak sengaja, membuat Juventus harus bertahan dengan 10 pemain. Meski kalah jumlah, semangat juara Juve tetap membara.

Pada menit ke-70, Federico Gatti menanduk bola dari tiang jauh, membawa Juve semakin dekat dengan keajaiban. Lalu, menit ke-82, Weston McKennie menambah gol ketiga, membuat skor laga 3-0 dan agregat imbang 5-5. Para suporter Juventus bergemuruh, percaya bahwa tim mereka bisa membalikkan keadaan.

Namun, Liga Champions tidak pernah mudah. Pada menit 105+1, kesalahan pertahanan Juventus dimanfaatkan dengan dingin oleh Victor Osimhen, yang menaklukkan Perin dan membawa Galatasaray unggul agregat 6-5.

Juventus terus berusaha menyerang di babak kedua extra time, namun peluang demi peluang mereka gagal dimaksimalkan. Dan di menit ke-119, Barus Alper Yilmaz menambah gol, memastikan kemenangan agregat 7-5 bagi Galatasaray.

Kekalahan ini menandai akhir perjalanan Juventus di Liga Champions musim ini. Meski kalah, performa Juve patut diacungi jempol: bermain dengan 10 pemain, mencetak tiga gol, dan hampir membuat sejarah comeback yang dramatis.

Sementara itu, Galatasaray menunjukkan efektivitas luar biasa: memanfaatkan momen-momen krusial, dan Victor Osimhen muncul sebagai pahlawan, membawa timnya lolos ke babak 16 besar.

Pertandingan ini membuktikan satu hal: di Liga Champions, ketenangan di saat krusial sering kali lebih menentukan daripada dominasi sepanjang laga. Juventus mungkin kalah, tapi semangat juang mereka tetap meninggalkan cerita dramatis yang akan dikenang fans. (*)