Comeback Spektakuler! Atalanta Balikkan Keadaan dan Lolos ke 16 Besar Liga Champions

Comeback Spektakuler! Atalanta Balikkan Keadaan dan Lolos ke 16 Besar Liga Champions

Pemain Atalanta, Davide Zappacosta, merayakan gol kedua timnya dalam laga leg kedua play-off Liga Champions kontra Borussia Dortmund, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (c) Spada/LaPresse via AP

Beritariau.com - Atalanta BC berhasil menunjukkan kebangkitan luar biasa saat menyingkirkan Borussia Dortmund dengan skor 4-1 pada leg kedua play-off Liga Champions UEFA 2025–26, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB, di New Balance Arena. Kemenangan ini membuat La Dea lolos ke babak 16 besar dengan agregat 4-3, setelah sebelumnya kalah 0-2 di leg pertama di markas Dortmund.

Sejak peluit pertama, Atalanta tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Dortmund. Ancaman pertama datang dari Nicola Zalewski pada menit ke-4, namun tendangannya berhasil ditepis Gregor Kobel. Tidak berselang lama, Gianluca Scamacca memanfaatkan bola liar di kotak penalti untuk membawa Atalanta unggul 1-0.

Tekanan tuan rumah tidak berhenti, dengan Zalewski kembali mengancam pada menit ke-24, namun Kobel kembali tampil sigap. Dortmund sempat mengancam melalui Julian Brandt menit ke-29, tetapi tendangannya dari jarak dekat berhasil ditepis kiper Marco Carnesecchi. Menjelang turun minum, Davide Zappacosta menambah keunggulan melalui tembakan dari tepi kotak penalti yang mengenai defleksi lawan, menutup babak pertama dengan skor 2-0.

Di babak kedua, dominasi Atalanta terus berlanjut. Marten de Roon mencoba menembus pertahanan Dortmund pada menit ke-51, sementara Mario Pasalic menambah keunggulan pada menit ke-57 lewat sundulan memanfaatkan umpan matang de Roon, menjadikan skor 3-0. Dortmund sempat memperkecil ketertinggalan lewat Karim Adeyemi pada menit ke-75, namun gol itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Drama puncak terjadi di masa injury time ketika Ramy Bensebaini dikartu merah. Lazar Samardzic maju sebagai algojo penalti dan sukses mengeksekusi tendangan dengan sempurna, menutup skor leg kedua 4-1 dan memastikan agregat 4-3 untuk Atalanta.

Secara statistik, Atalanta menembak 15 kali dengan 9 tepat sasaran, sedangkan Dortmund melepaskan 7 tembakan dengan 4 di antaranya mengarah ke gawang. Penguasaan bola sedikit lebih dipegang Dortmund dengan 56%, tetapi efektivitas serangan La Dea membuat perbedaan. Dortmund juga harus menanggung dua kartu merah yang mempersulit usaha comeback mereka.

Pelatih Atalanta, Raffaelle Pallaino, memuji mental juara timnya yang mampu membalikkan tekanan leg pertama. “Kami menunjukkan karakter yang kuat dan percaya pada rencana permainan kami. Anak-anak pantang menyerah hingga menit terakhir, dan hasil ini adalah buah dari kerja keras mereka,” ujarnya.

Kemenangan ini menegaskan reputasi Atalanta sebagai tim yang sulit dikalahkan di Eropa, dengan kemampuan melakukan comeback dramatis saat menghadapi tekanan besar. Bagi Dortmund, kekalahan ini menjadi pukulan berat karena harus tersingkir lebih awal dari Liga Champions musim ini.

Dengan lolosnya Atalanta, mereka kini bersiap menghadapi babak 16 besar, di mana tantangan baru menanti dan momentum comeback ini diharapkan dapat menjadi modal untuk menembus babak perempat final Liga Champions. (*)