Wisuda UMRI Penuh Haru, Ijazah Almarhum Sadam Diserahkan kepada Orang Tua

Wisuda UMRI Penuh Haru, Ijazah Almarhum Sadam Diserahkan kepada Orang Tua

Beritariau.com, PEKANBARU – Suasana haru menyelimuti Sidang Senat Terbuka Wisuda XXXI Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Ahad (25/10/2026). Di tengah kebahagiaan 1.351 lulusan yang resmi menyandang gelar akademik, prosesi penyerahan ijazah almarhum Sadam kepada kedua orang tuanya menjadi momen paling menyentuh dalam rangkaian wisuda tersebut.

Sadam merupakan lulusan Program Studi S1 Teknik Informatika yang telah menyelesaikan pendidikannya. Namun, ia tidak sempat mengikuti prosesi wisuda bersama rekan-rekannya. Ijazah yang seharusnya diterima langsung oleh dirinya akhirnya diserahkan kepada orang tua yang telah mengiringi perjalanan pendidikannya dengan perjuangan, pengorbanan, dan doa.

Penyerahan ijazah tersebut bukan sekadar seremoni akademik. Momen itu menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan almarhum sekaligus pengingat bahwa keberhasilan seorang anak dalam menempuh pendidikan tidak terlepas dari dukungan dan ketulusan orang tua.

Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., turut menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Suasana tersebut menghadirkan sisi lain dari perayaan kelulusan, ketika kebahagiaan dan kehilangan bertemu dalam satu momen yang penuh makna.

Wisuda XXXI Program Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma Tiga Tahun Akademik 2025/2026 itu berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (24–25 Oktober 2026), di Gedung SKA Co Ex Pekanbaru. Sebanyak 1.351 lulusan dikukuhkan, menjadikannya jumlah wisudawan terbanyak sepanjang sejarah UMRI.

Mengusung tema “From Knowledge to Impact: Membangun Generasi Unggul, Berdampak untuk Peradaban”, UMRI menegaskan pentingnya lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan gelar akademik, tetapi juga mampu menerapkan ilmunya untuk menjawab persoalan di tengah masyarakat.

Rektor UMRI, Saidul Amin, mengatakan para lulusan diharapkan menjadi pencerah sekaligus menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitarnya.

“Kita berharap lulusan UMRI menjadi pencerah di tengah masyarakat. They are part of solution, not part of problem. Mereka harus mampu menghadirkan solusi dan membawa perubahan positif,” ujarnya.

Ia juga menekankan konsep Triple H sebagai bekal bagi lulusan dalam menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja. Konsep tersebut mencakup head atau ilmu pengetahuan, heart atau keimanan, serta hand atau keterampilan.

Menurutnya, ketiga unsur tersebut harus berjalan beriringan agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kemampuan untuk memberikan manfaat nyata.

Dalam kesempatan itu, Saidul Amin turut mengungkapkan peluang kerja sama dengan perusahaan Jepang yang membuka kesempatan bagi lulusan UMRI untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama enam bulan. Setelah pelatihan, para peserta berpeluang bekerja di bidang teknik selama tiga tahun.

Peluang tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi lulusan untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat internasional.

Pada wisuda kali ini, UMRI juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari sejumlah jenjang pendidikan. Rika Gunawan dari Program Studi S1 Akuntansi meraih predikat lulusan terbaik jenjang sarjana dengan IPK 3,97 atau Summa Cumlaude.

Sementara itu, Rio Agusri dari Program Studi S2 Manajemen dan Kewirausahaan memperoleh IPK 3,87 dengan predikat Cumlaude. Adapun Olga Fitriani Nazri Putri dari Program Studi D3 Keperawatan meraih IPK 3,84 dengan predikat yang sama.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Setdaprov Riau, H. Zulkifli Syukur, M.A., M.Si., turut mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Ia mendorong lulusan UMRI untuk berani menciptakan lapangan kerja dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap para lulusan mampu mengambil peran dalam pembangunan Provinsi Riau, terutama melalui pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Pesan serupa disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd. Ia mengingatkan para wisudawan agar memadukan keluhuran budi pekerti dan kesantunan berbahasa sebagaimana pesan Raja Ali Haji dengan semangat amal nyata yang diajarkan KH. Ahmad Dahlan.

“Gelar akademik bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah untuk mengamalkan ilmu, menghadirkan solusi, mencerahkan umat, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, sambutan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau yang diwakili Dr. H. Sutarmo, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan para orang tua dan Persyarikatan Muhammadiyah kepada UMRI dalam menjalankan peran pendidikan serta membangun peradaban.

Dari total 1.351 lulusan yang berasal dari delapan fakultas dan Sekolah Pascasarjana, sebanyak 793 orang merupakan perempuan dan 558 lainnya laki-laki.

Melalui Wisuda XXXI ini, UMRI berharap para lulusan mampu menjadi insan berilmu, berkarakter, dan berdaya saing. Lebih dari sekadar membawa pulang ijazah, mereka diharapkan dapat mengamalkan ilmu, menebarkan kebaikan, serta memberikan dampak nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban.

Di antara sukacita kelulusan dan kebanggaan atas capaian akademik, penyerahan ijazah almarhum Sadam menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan pendidikan menyimpan cerita perjuangan. Bagi orang tua, ijazah tersebut menjadi simbol dari pendidikan yang telah dituntaskan sang anak, sekaligus kenangan atas cita-cita yang pernah diperjuangkan bersama. (*)