Milad ke-24 IGRA Kampar, Bunda PAUD Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Wujudkan Generasi Emas

Milad ke-24 IGRA Kampar, Bunda PAUD Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Wujudkan Generasi Emas

Beritariau.com, KAMPAR – Peringatan Milad ke-24 Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Kampar menjadi momentum memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Peran guru dinilai sangat strategis dalam membentuk generasi masa depan yang beriman, cerdas, berkarakter, serta memiliki akhlak mulia.

Pesan tersebut disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Kampar, Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, saat menghadiri peringatan Milad ke-24 IGRA Kabupaten Kampar di Aula Kantor Bupati Kampar, Sabtu (24/10/2026).

Mengusung tema “Menyatukan Gerak, Melahirkan Karya dan Prestasi Menuju IGRA Bermartabat dan Bermanfaat”, kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme guru Raudhatul Athfal (RA) dalam menghadapi tantangan pendidikan anak usia dini yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Tengku Nurheryani menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para guru RA yang selama ini berperan dalam meletakkan fondasi pendidikan, karakter, dan akhlak anak sejak usia dini.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini bukan sekadar proses mengenalkan pengetahuan dasar, tetapi juga menjadi tahap penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, membangun kebiasaan baik, serta membentuk kepribadian anak.

“Guru Raudhatul Athfal (RA) memiliki peran strategis dalam membangun fondasi karakter dan akhlak anak sejak dini. Di tangan ibu dan bapak guru RA-lah lahir generasi emas Indonesia yang beriman, cerdas, dan berakhlak mulia,” ujar Tengku Nurheryani.

Ia berharap, momentum pertambahan usia IGRA dapat semakin memperkuat semangat para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kualitas pembelajaran. Upaya tersebut membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari tenaga pendidik, organisasi profesi, pemerintah, hingga orang tua.

Sinergi yang kuat dinilai menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari aspek intelektual, spiritual, sosial, maupun emosional.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar yang diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Ahmad Fadli, S.H., M.M., menekankan pentingnya penanaman moderasi beragama dan nilai-nilai kebangsaan dalam proses pembelajaran di lingkungan RA.

Ia mengingatkan bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan bagi anak melalui sikap, perilaku, kasih sayang, dan pembiasaan nilai-nilai kebaikan.

Menurutnya, pendidikan yang berkualitas perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Karena itu, para guru RA diharapkan mampu menghadirkan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

“IGRA harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ungkap Ahmad Fadli.

Ketua Pimpinan Daerah IGRA Kabupaten Kampar, Misirah, S.Pd.I., turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Kementerian Agama dan seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap perkembangan pendidikan RA.

Ia berharap, Milad ke-24 menjadi titik tolak untuk membangun semangat baru bagi para guru dalam meningkatkan kompetensi, memperluas kreativitas, serta melahirkan berbagai inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.

Peningkatan kualitas pendidik, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memperkuat peran IGRA sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru sekaligus mitra strategis dalam memajukan pendidikan anak usia dini.

Dengan semangat kebersamaan, IGRA diharapkan terus berkontribusi dalam menyiapkan generasi yang unggul, moderat, dan berkarakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Rangkaian peringatan Milad ke-24 IGRA Kabupaten Kampar juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan organisasi. Selain itu, berbagai kegiatan turut memeriahkan acara, di antaranya lomba tahfiz, lomba media pembelajaran, serta senam kreasi.

Beragam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana menyalurkan kreativitas dan kemampuan para peserta, tetapi juga mempererat solidaritas antaranggota IGRA dalam membangun pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai Islam.

Peringatan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen pendidikan untuk terus menyatukan langkah, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (*)