Cetak Rekor Wisuda Terbesar

UMRI Kukuhkan 711 Lulusan di Hari Pertama, Rektor Tekankan Dampak Nyata

UMRI Kukuhkan 711 Lulusan di Hari Pertama, Rektor Tekankan Dampak Nyata

Beritariau.com, PEKANBARU – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mencatat sejarah baru dengan menggelar wisuda terbesar sepanjang perjalanan institusi tersebut. Sebanyak 1.351 lulusan dari program pascasarjana, sarjana, dan diploma tiga dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda XXXI Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Oktober 2026.

Pada hari pertama, Sabtu (24/10/2026), sebanyak 711 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung di Gedung SKA Co Ex Pekanbaru. Sementara itu, 640 lulusan lainnya dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada Ahad (25/10/2026).

Rekor jumlah lulusan tersebut menjadi penanda perkembangan UMRI dalam menjalankan perannya sebagai perguruan tinggi yang menyiapkan sumber daya manusia berkualitas. Namun, di balik pencapaian akademik itu, kampus menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., menekankan bahwa gelar akademik harus diiringi kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kehidupan. Lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga dituntut mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Wisuda XXXI, yakni “From Knowledge to Impact: Membangun Generasi Unggul, Berdampak untuk Peradaban.”

Menurut Saidul Amin, UMRI ingin melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, dan keterampilan praktis. Ketiganya terangkum dalam konsep Triple H, yakni head sebagai penguasaan ilmu, heart sebagai landasan iman, serta hand sebagai keterampilan untuk berkarya dan memberikan manfaat.

“They are part of solution, not part of problem. They are problem solver, not problem maker. Kita berharap lulusan UMRI mampu memberikan solusi dan membawa perubahan positif di lingkungan tempat mereka berada,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan lulusan tidak semata-mata diukur dari gelar yang disandang atau pekerjaan yang diperoleh, tetapi juga dari sejauh mana ilmu dan kompetensi yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Buka Peluang Kerja di Jepang

Selain menekankan pentingnya pengabdian, Rektor UMRI juga menyampaikan peluang kerja sama dengan perusahaan Jepang yang dapat membuka jalan bagi lulusan untuk berkarier di tingkat internasional.

Melalui peluang tersebut, lulusan UMRI berkesempatan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama enam bulan sebelum bekerja di bidang teknik atau engineering selama tiga tahun.

Program ini diharapkan menjadi salah satu jalur bagi lulusan untuk meningkatkan kemampuan bahasa, kompetensi profesional, dan daya saing di pasar kerja global.

Saidul Amin juga berharap kesempatan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk membangun karier dan meningkatkan kesejahteraan, tetapi sekaligus menjadi ruang untuk membawa nilai-nilai kebaikan dan dakwah Islam di lingkungan kerja internasional.

Lulusan Jangan Hanya Menjadi Pencari Kerja

Pesan serupa disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, H. Zulkifli Syukur, M.A., M.Si. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan dan mendorong mereka agar tidak terpaku pada orientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus berani menciptakan peluang, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengajak para alumni UMRI mengambil bagian dalam pembangunan daerah, khususnya melalui pengembangan sumber daya manusia di Provinsi Riau.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berharap para lulusan mampu memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman selama kuliah untuk memperluas wawasan, meningkatkan kreativitas, serta menghadirkan gagasan yang mendukung kemajuan daerah.

“Kami percaya para wisudawan bisa memperluas cara pandang dan wawasan. Mari dedikasikan ilmu untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara. Kami berharap lulusan UMRI ikut membawa kemajuan bagi Provinsi Riau. Beri kontribusi untuk Pemerintah Provinsi Riau dalam bidang pengembangan sumber daya manusia. Mari bersama membangun Provinsi Riau,” ajaknya.

Perpaduan Nilai Melayu dan Semangat Amal Nyata

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., mengingatkan bahwa lulusan UMRI perlu memadukan keluhuran budi pekerti dengan semangat pengabdian melalui tindakan nyata.

Ia menyoroti nilai-nilai kesantunan bahasa dan budi pekerti yang diwariskan pujangga Melayu Raja Ali Haji, serta semangat amal nyata yang diajarkan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Menurutnya, kedua nilai tersebut dapat menjadi landasan bagi lulusan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa kehilangan karakter, etika, dan kepedulian sosial.

“Lulusan UMRI harus memadukan keluhuran budi pekerti dan kesantunan bahasa sebagaimana pesan Raja Ali Haji dengan semangat amal nyata yang diajarkan KH Ahmad Dahlan. Gelar akademik bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah untuk mengamalkan ilmu, menghadirkan solusi, mencerahkan umat, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Jadilah generasi yang kokoh dalam iman, santun dalam perilaku, serta tangguh dalam membawa perubahan positif bagi bangsa dan peradaban,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Ilmu pengetahuan, menurut semangat yang disampaikan dalam wisuda tersebut, harus menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih baik.

Tiga Lulusan Terbaik UMRI

Pada Wisuda XXXI, UMRI juga memberikan perhatian terhadap pencapaian akademik mahasiswa melalui prestasi tiga lulusan terbaik dari masing-masing jenjang pendidikan.

Rio Agusri, M.M., dari Program Studi S-2 Manajemen dan Kewirausahaan menjadi lulusan terbaik pada jenjang pascasarjana.

Pada jenjang sarjana, penghargaan diraih Rika Gunawan, S.Ak., dari Program Studi S-1 Akuntansi. Sementara itu, Olga Fitriani Nazri Putri, A.Md.Kep., dari Program Studi D-3 Keperawatan menjadi lulusan terbaik pada jenjang diploma tiga.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan capaian akademik, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Melalui Wisuda XXXI, UMRI kembali menegaskan komitmennya menghasilkan lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban.

Bagi 1.351 lulusan yang dikukuhkan dalam wisuda tahun ini, gelar akademik menjadi awal perjalanan baru. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat diwujudkan menjadi karya, solusi, dan pengabdian yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (*)