Serikat Pekerja SP3 vs SPTI di Rohul bakal bentrok lagi rebutan bongkar muat di PKS, Polisi siaga

Serikat Pekerja SP3 vs SPTI di Rohul bakal bentrok lagi rebutan bongkar muat di PKS, Polisi siaga

ilustrasi

B‎eritariau.com, Rohul‎ - ‎Dua serikat pekerja di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yakni Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (SP3) dan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI), diduga bakal bentrok lagi lantaran hingga hari ini, kedua kubu itu masih tetap bersiteru memperebutkan jasa bongkar muat di ‎Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Kencana Persada Nusantara (KPN)‎.

Mengantisipasi bentrok kedua kubu itu, Kamis (24/03/16), ‎ratusan personil aparat kepolisian dari Polres Rohul dan Polsek Tambusai berjaga di gerbang PT KPN di Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai.‎ Aparat berjaga setelah mendapat isu bakal ada aksi dari 2 kelompok buruh yang berseteru, rebutan pekerjaan bongkar muat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di PKS PT KPN.

‎Namun, hingga Kamis siang, tidak ada buruh dari dua kubu yang datang ke perusahaan ini.

"Sampai siang ini tidak ada aksi. Namun kami masih siaga di sini (gerbang PT. KPN)," ujar Paur Humas Polres Rohul Ipda Efendi Lupino.

Bentrok ini udah kesekian kalinya, sejak lima tahun terakhir, dua kelompok buruh dari SPTI dan SP3 terlibat bentrokan di PKS PT KPN.

Untuk meredam situasi, Pemkab Rohul mengambil sikap menyerahkan pengelolaan bongkar muat TBS sawit dikelola Ormas Desa Batang Kumu, tanpa satu pun bendera organisasi buruh dinaikkan.

Namun, pasca pengelolaan pekerjaan bongkar muat TBS sawit di PKS PT KPN diserahkan Ormas Batang Kumu, muncul polemik baru. Kedua kubu buruh tetap bersikukuh bahwa urusan pekerjaan bongkar muat merupakan hak organisasinya.

Terkait masalah antara kedua kubu tersebut Pemerintah dinilai tidak tegas mengambil tindakan, sehingga kedua kubu terus bersiteru untuk melakukan bongkar muat di PT KPN. [red]‎