Desak Dugaan Korupsi Jefry CS Diusut

Ups! Tuding takut usut Jefry Noer, warga jemur kutang di Kejati Riau

Ups! Tuding takut usut Jefry Noer, warga jemur kutang di Kejati Riau

Massa Gerakan Rakyat Kampar (Gerak) Jemur Kutang di Pagar Kantor Kejati Riau

Beritariau.com, Pekanbaru - Untuk kesekian kalinya, delapan orang massa menamakan diri dari Gerakan Rakyat Kampar (Gerak), Kamis (19/11/15), berunjuk rasa di kantor Kejati Riau. Mereka mendesak agar Bupati Kampar Jefry Noer diperiksa guna menyelidiki sejumlah kasus yang disebut-sebut menyeret nama politikus partai Demokrat tersebut.

Dalam aksinya, massa berorasi sambil menggantungkan pakaian dalam yang digunakan wanita untuk menutupi bagian tubuh, di pagar depan kantor Kejati Riau.

Rahmat Yani, selaku Kordinator pengunjukrasa, menyatakan bahwa pakaian dalam wanita itu digantung di gerbang Kejati Riau, simbol takutnya lembaga penegakan hukum dalam mengusut dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bupati Kampar, Jefry Noer.

"(Pakaian Dalam) ini buat penegak hukum di Kejati, kalian penakut. Sampai sekarang korupsi Jefry Noer tidak juga diusut," teriak Rahmat Yani dihadapan aparat kepolisian dan kejaksaan yang mengamankan aksi unjuk rasa.

Aksi demo yang berlangsung di bawah guyuran hujan ini juga sempat memanas, lantaran massa memaksa masuk dan menendang pagar, yang sengaja ditutup rapat oleh pihak pengamanan.

"Kalian pilih darah atau BH? Kalau darah, maka darah kami siap kami berikan untuk mengawal kasus ini, asalkan kejaksaan mengusut Jefry Noer. Kalau kalian pilih BH, maka kalian penakut. Sebab itu, darah kami siap kami berikan untuk menyeret Bupati Kampar ke ranah hukum. Kami akan kelilingi kantor yang megah ini dengan darah kami," tantang Rahmat.

Teriakan Rahmat sama sekali tidak diindahkan oleh aparat keamanan dan sejumlah Pejabat Kejati Riau yang memantau jalannya unjuk rasa dari dalam gedung. Tak ayal, sikap Kejati membuat pengunjuk rasa berbuat nekat dengan memanjat pagar, namun tidak dihalangi aparat.

"Kami lelah dan capek, berkali-kali kami orasi di sini, namun tidak ditanggapi. Hukum di Riau ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Berapa banyak pengkianatan yang dilakukan Kejati Riau. Berapa banyak hati rakyat yang dilukai," ketusnya.

Di halaman dalam Kejati, massa kembali menyerakkan pakaian dalam wanita itu di halaman. Pendemo menjelaskan sejumlah kasus dugaan korupsi di kabupaten Kampar yang ditangani Kejati Riau mandek dibawah komando Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Amril Rigo.

"Kasus korupsi P4S, kasus perjalanan Bupati Kampar ke London bersama anak dan istrinya, kasus korupsi Baju Koko dan lain sebagainya. Sampai sekarang tidak ada kelanjutannya. Maka pantas kami berikan hadiah BH kepada Kejati Riau, karena semuanya pengecut," kata Rahmat.

Ditengah orasi, massa langsung melukai tangan mereka dengan jarum, lalu meneteskannya di halaman kantor Kejati. "Kalau kalian main-main dalam perkara ini, maka ingat, kami yang berjumlah delapan orang ini akan kucurkan darah yang lebih banyak lagi," katanya.

Menanggapi aksi pendemo, Amril Rigo berkilah semua kasus yang disebutkan para pengunjuk rasa sedang diselidiki. Khususnya kasus P4S.

"Ardo (Rahmat Jevari Juniardo anak Bupati Kampar Jefry Noer) sudah diperiksa di Kejagung‎. Sedangkan saksi lainnya diperiksa disini, namun banyak yang tidak memenuhi panggilan, bagaimana kami mau kerja," kata Amril. [pan]