Pelaku Pencabulan di RSI Ibnu Sina Ternyata LGBT, AMPR Kritik IDI Riau dan Pemda

Zulkardi
Beritariau.com, Pekanbaru - Seorang karyawan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru yang merupakan terduga telah melakukan pencabulan terhadap seorang pasien laki - laki alias LGBT akhirnya telah berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru.
Pelaku sendiri diketahui berinisial MS. Diinformasikan setelah melakukan aksinya pada Sabtu (6/5/2023) lalu, ia telah ditangkap kemarin di sekitar Jalan Bupati, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Dengan keterangan yang diberikan pihak kepolisian, pelaku kini berdasarkan hasil penyelidikan telah ditetapkan sebagai tersangka atas kelakuan yang diperbuatnya terhadap korban.
"Pelaku sudah kita tangkap kemarin di wilayah Kampar. Statusnya juga saat ini sudah dinaikkan menjadi tersangka," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Jefri R P Siagian, Kamis (11/5/2023).
Jefri menjelaskan, pelaku diketahui setelah melakukan aksinya berusaha melarikan diri namun pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian.
"Ia sempat melarikan diri namun kini telah berhasil kita tangkap. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan apakah perbuatannya ini baru sekali atau ada yang lainnya," ujarnya.
Untuk barang bukti berhasil disita petugas antara lain pakaian yang digunakan oleh tersangka dan korban, kemudian hasil rekaman CCTV dan barang barang lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana yang telah dilakukan oleh tersangka.
"Motifnya yaitu seksual, informasi ini sementara yang bisa kita sampaikan dari hasil pemeriksaan oleh penyidik," pungkasnya.
Atas perbuatan yang dilakukan tersangka, kejadian ini kini tengah menjadi sorotan masyarakat Provinsi Riau, tak sedikit masyarakat yang mengutuk perbuatan yang telah dilakukan tersangka, termasuk dari salah satu tokoh pemuda Provinsi Riau yaitu Zulkardi, Koordum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Se-provinsi Riau
Zulkardi menyampaikan apresiasi yang sebesar besarnya terhadap kesigapan petugas kepolisian resort kota Pekanbaru yang telah berhasil menangkap pelaku, dan seharusnya tidak ada tempat di provinsi Riau ini untuk para pelaku LGBT
"Kami sangat mengapresiasi atas kesigapan petugas kepolisian resort kota Pekanbaru, dengan waktu singkat telah berhasil menangkap tersangka, karena memang seharusnya para pelaku yang terindikasi LGBT tidak ada tempat di Provinsi Riau ini, karena akan hanya menyebarkan efek buruk kepada Masyarakat", Ujarnya
Selain itu Zulkardi juga menyampaikan kepada IDI Riau untuk segera melakukan audit terhadap RS tempat tersangka bekerja, jangan nanti ini menjadi pandangan buruk masyarakat terhadap kinerja RS yang ada di Provinsi Riau terutama yang berbasis Islam
"Jika nanti publik berasumsi buruk terkait kinerja RS Islam yang ada di provinsi Riau tentu ini menjadi kinerja buruk pihak IDI Riau dalam melakukan pembinaan kepada anggotanya, kami berharap pihak yang terkait hal ini tentu sangat diharapkan agar segera melakukan audit secara menyeluruh terhadap kinerja karyawan di RS", imbuhnya
Selain kepada IDI Riau, Zulkardi juga berharap kepada Pemerintah Daerah untuk serius dalam memerangi permasalahan LGBT ini, jangan hanya sebatas cerimonal saja akan tetapi harus kerja Nyata
"Untuk Pemerintah Daerah kami berharap dengan kejadian ini lebih serius dalam memerangi perilaku LGBT, jangan hanya sebatas cerimonal semata melainkan masyarakat saat ini sangat mengharapkan kerja nyata, agar dikemudian hari emang benar tak ada tempat lagi untuk prilaku menyimpang ini berada ditengah tengah Masyarakat Riau," pungkasnya. (*)

