Warga Kecamatan Lima Puluh Sebut Pembangunan SMPN 7 Mengecewakan, Ini Alasannya

Warga Kecamatan Lima Puluh Sebut Pembangunan SMPN 7 Mengecewakan, Ini Alasannya

 Rehab dan Renovasi SMPN 7 yang berada di Jalan Lokomotif

Beritariau.com, Pekanbaru - Pasca terjadinya kebakaran di SMP Negeri 7 di Jalan Lokomotif Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru pada tahun 2020 lalu, kini sekolah tersebut telah mendapat perbaikan dan mencapai tahap finishing.

Namun, beberapa warga memberikan penilaian kurang positif adanya pembangunan rehab yang berlangsung disekolah itu.

Salah satu warga Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru saat mendatangi lokasi mengaku adanya beberapa spesifikasi yang dinilai tidak tepat dengan pengerjaan di lokasi itu.

"Pembangunannya banyak yang mengecewakan, kesannya banyak yang asal saja. Sampai ada yang komen, dikira proyek dari pusat hasilnya bakal lebih bagus, ternyata....," kata salah satu warga kepada Beritariau.com, Kamis (12/01/2023).

"Struktur dinding luar pada ruang lokal ujung arah ke rumah penjaga sekolah (lantai bawah) tidak lurus dengan tiang yang lain, WC duduk di paling ujung sebelah kanan untuk penyandang distibilitas terlampau mepet ke dinding, rehab 5 kelas leretan pos satpam, teras belakang tidak disemen, ada beberapa lagi," sambungnya.

Berawal dari informasi itu, awak media mendatangi sekolah itu untuk melakukan cross check ke lokasi tersebut.

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi (13/01/2023), beberapa teras di belakang sekolah tidak mendapat perbaikan dan terlihat retak bagian dinding, dan dinding miring, serta kedua WC sebelah kiri dan WC kanan ujung tidak mendapat perbaikan.

Selain itu juga bagian taman depan/bagian parkir terlihat tidak mendapat perbaikan.

Berdasarkan RAB papan informasi dilokasi, proyek dilaksanakan oleh Kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat satuan kerja pelaksanaan prasarana permukiman Provinsi Riau (Pejabatan pembuat komitmen prasarana strategis) dengan nama pekerjaan Rehabilitasi dan renovasi prasarana sekolah Provinsi Riau 1.

Selain itu Kontraktor pelaksana oleh PT. Betesda Mandiri, dan Konsultan pengawas yang dilaksanakan oleh PT. Andalas Raya Consulindo KSO, PT. Wandra Cipta Engineering Consultan yang berlangsung tertanggal 07 Juni 2022, bersumber dari dana APBN tahun 2022, dengan nilai kontrak Rp. 47,999,974,960,00 yang berlangsung di 15 sekolah di Provinsi Riau diantaranya SMPN 7 dan SD 118 Kota Pekanbaru.

Salah satu pengawas yang ditemui diproyek tersebut, pihaknya enggan memberikan komentar banyak.

"Abang dari mana, ke sini ngapain?,"

"Saya selaku pengawas di sini, proyek disini hanya renovasi gedung lama, dan beberapa penambahan gedung," katanya. (*)