1.799,959 Metric Ton Palm Acid Oil Diamankan

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Turunan Minyak Sawit dari Dumai ke Malaysia

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Turunan Minyak Sawit dari Dumai ke Malaysia

ilustrasi | Dok Beritariau.com

Beritariau.com, Bengkalis - TNI Angkatan Laut dan KRI Sigurot-864, Minggu (10/04/22) kemarin, menggagalkan upaya penyelundupan 1.799,959 Metric Ton (MT) Palm Acid Oil (PAO) ilegal dari Kota Dumai menuju Malaysia. PAO merupakan turunan dari CPO atau minyak sawit, .

Dalam pengungkapan itu, TNI AL menangkap sebuah Tugboat TB Ever Sunrise dan Tongkang TK Ever Carrier berbendera Malaysia di Perairan Bengkalis, yang membawa PAO tanpa dilengkapi dokumen yang sah dan beberapa dokumen lain yang telah kadaluarsa.

Data dirangkum, Selasa (12/04/22), penangkapan berawal dari informasi intelijen tentang adanya kapal yang diduga membawa PAO dari Dumai menuju Malaysia. Saat itu, KRI Sigurot-864 yang sedang melaksanakan Patroli di perairan Selat Malaka langsung melakukan pengejaran setelah menerima informasi itu.

Usai menemukan tanda-tanda kapal yang dimaksud, KRI Sigurot-864 melakukan pengejaran serta penangkapan yang dilanjutkan dengan penyelidikan awal dengan melakukan peran pemeriksaan dan penggeledahan.

Kapal TB Ever Sunrise yang didapati sedang menarik tongkang TK Ever Carrier diawaki 10 orang terdiri dari 6 WNI, 4 WNA, membawa muatan PAO sebanyak 1.799,959 MT berlayar dari Dumai tujuan Johor-Malaysia tanpa dilengkapi dokumen dan beberapa sudah kadaluarsa.

Beberapa dokumen yang tidak ada, seperti; Nota pelayanan ekspor, dokumen pemberitahuan ekspor barang dan ijin bongkar muat barang khusus/berbahaya.

Selain itu, surat persetujuan keagenan kapal asing dan sertifikat anti-fouling internasional telah kadaluarsa.

“Penangkapan upaya penyelundupan minyak oleh KRI Sigurot-864 merupakan salah satu wujud nyata yang dikerjakan jajaran Koarmada I melaksanakan perintah dan komitmen dari pimpinan TNI AL," kata Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, dalam keterangan persnya. (*)