2 Penyerang Rumdin Wakil Ketua DPRD Riau Ditahan, 5 Wajib Lapor

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto

Beritariau.com, Pekanbaru - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreksrimum) Polda Riau, resmi menetapkan status tersangka terhadap 7 orang pria yang diamankan melakukan penyerangan di rumah dinas (Rumdin) Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho beberapa waktu lalu.

Kepolisian mengatakan, status tersangka para pelaku. Dua diantaranya dilakukan penahanan dan 5 lainnya diharuskan wajib lapor.

"Dua disangkakan pasal 335 dan atau 167 KUHP dan lima lainnya dikenakan pasal 167 KUHP," jelas Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Kamis (2/12/2021).

Menurut Narto sapaan akrabnya, 2 tersangka yang ditahan yakni Syar dan IRF dan dikenakan pasal 335 dan atau 167 KUHP.

"Mereka yang ditahan penyidik," jelas Narto.

Sedangkan, untuk yang diharuskan wajib lapor antara lain,  AFR, REZ, DZI, NOV dan AFRI," terang Narto.

Penyidik kata Narto, juga menyampaikan bahwa salah satu terduga pelaku merupakan seorang residivis kasus narkoba.

"Tersangka AFRI merupakan residivis kasus narkoba tahun 2015 lalu," sebut Narto.

Sebelumnya diberitakan, Polda Riau mengamankan 7 terduga pelaku yang diduga melakukan penyerangan rumah dinas Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho, Senin (29/11/2021) malam.

Narto mengatakan, 7 pelaku diantaranya salah satunya merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) dengan inisial ZAL (49). Sedangkan tersangka lainnya, masing-masing REZ (31), DZIK (24) ANJ (44), IRF (28) dan NOV (44) serta AFR (39).

Penangkapan para pelaku dilakukan setelah Agung Nugroho, pada Senin (29/11/2021) malam datang melapor ke Polda Riau.

“Para pelaku ditangkap sesuai Laporan Polisi No. : LP / B / 479 / XI / 2021 / SPKT / POLDA RIAU, tanggal 29 November 2021,” ujar Narto.

Narto menjelaskan, para pelaku datang ke rumdin Agung Nugroho pada Senin (29/11/2021) malam sekitar pukul 20.30 Wib, TKP di Jalan Sumatera Simpang Empat Kecamatan Pekanbaru Kota, Pekanbaru.

Kemudian, menurut keterangan saksi, saat itu melihat beberapa orang yang tidak dikenal tiba-tiba masuk kedalam Rumah Dinas pelapor tanpa ijin yang kemudian membuka pintu gerbang dengan cara mendorong pintu gerbang (tidak terkunci) sambil berteriak meminta pelapor untuk keluar rumah dan mengancam untuk menghajar dan membunuh.

“Pelapor yang dalam ketakutan kemudian membuat laporan ke Polda,” jelas Narto.

Setelah dilaporkan, petugas melakukan penyelidikan dan mendapati informasi keberadaan para terduga pelaku berada di Jalan Harapan Raya Pekanbaru.***