Masih Trauma! Korban Enggan Dipertemukan Dengan Tersangka Saat Rekonstruksi

Diruang Kerja Dekan Fisip, L Peragakan 36 Adegan

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto

Beritariau.com, Pekanbaru - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, menggelar rekonstruksi kasus dugaan pelecehan seksual tersangka SH, Dekan Fisip Unri, Selasa (23/11/2021) sore.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Kamis (25/11/2021) mengatakan, rekontruksi dilakukan di ruang kerja tersangka SH.

Rekonstruksi ini dilakukan dengan memperagakan 36 reka adegan, sesuai dengan dugaan pelecehan yang dialami mahasiswi inisial L.
 
"Ada 36 adegan yang diperagakan dalam kegiatan rekonstruksi kemarin," jelas Sunarto.

Pria akrab Narto ini menginformasikan, bahwa saat pelaksanaan rekonstruksi antara korban dilakukan dalam waktu berbeda.

"Saat rekontruksi pelapor dan tersangka dipisahkan," ujar Narto.

Tindakan pemisahan ini dikarenakan atas permintaan korban, yang masih trauma terhadap tersangka.

"Alasannya dipisahkan karena korban masih merasa trauma," kata Narto. 

Sehari sebelumnya, SH juga diperiksa di Gedung Tahti Mapolda Riau. Tersangka diperiksa lebih kurang 10 jam, dengan dicecar 70 pertanyaan.

Namun meski lama diperiksa, SH tidak ditahan dengan alasan yang bersangkutan kooperatif saat menjalani pemeriksaan dan adanya penjaminan penasehat hukumnya.

"Tidak ditahan, karena tersangka kooperatif. Dalam hal ini adalah kewenangan penyidik," jelas Narto.

Walau tidak ditahan, terhadap tersangka diharuskan wajib lapor dua kali seminggu hingga   tahapan P21 berkasnya.

"Terhadap tersangka diwajibkan melapor Senin dan Kamis," kata Narto.

Dekan fisip menjadi tersangka, setelah L melapor  ke Polresta Pekanbaru, pada Jumat (5/11/2021) lalu. Beberapa hari berjalan, penanganan kasusnya diambil alih Polda Riau.

Sejak ditangani, penyidik juga telah memeriksa belasan saksi diantaranya korban, keluarga, staf dekan, Ketua jurusan, petugas keamanan hingga Dekan.

Selain itu, penyidik turut melibatkan ahli Pidana dari Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat.

Paska penetapan tersangka, setelah dilakukan gelar perkara. SH ditetapkan berstatus tersangka seiring penyidik mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi Riau.***