Kuansing Heboh, Kajari Dikabarkan Minta Rp50 Juta?

Hadiman.

Beritariau.com, Pekanbaru - Sejumlah pejabat di Kuansing, dikabarkan mendapat teror melalui handphone mengaku Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing. Bahkan, salah satunya diminta mengirim uang Rp50 juta.

Namun, si penelepon tersebut bukanlah asli Hadiman MH, melainkan oknum yang mengatasnamakan dirinya.

Meluruskan namanya dibawa-bawa. Hadiman mengatakan, sejumlah pejabat yang melapor diantaranya Nafisman Kepala PMD Kabupaten Kuansing, dr Irfan Direktur RSUD Teluk Kuantan, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Keluarga Berencana (DPMDKB) Kuansing dan pejabat lainnya.

Hadiman mengatakan, orang yang menghubungi para pejabat itu, bahkan ada yang dimintai uang senilai Rp50 juta.

"Orang yang menelpon meminta uang Rp50 juta dikirimkan rekening BRI atas nama Muhamad Faisal : 077901002874501. Dan mengatakan, agar dikirim dalam waktu 2 jam," kata Hadiman.


Menurut Hadiman, data rekening itu bisa dilacak siapa dan dimana keberadaan pemiliknya.

Hadiman mengatakan, akan melaporkan orang yang mengaku dirinya ke Polisi untuk dilacak keberadaannya.

"Orang yang mengaku saya menggunakan nomor 6281318821148. Kepada semua pihak saya himbau agar melaporkan jika ada orang yang mengaku saya, agar segera melapor ke Polisi," harap Hadiman.

Salah satu pejabat yang mendapat teror pihak yang mengaku Kajari Kuansing ini, adalah Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Kuansing Jafrinaldi, yang dihubungi Rabu (24/11/2021) pagi.

"Orang menghubungi mengaku Kajari. Saya layani biasa aja, katanya suruh menghadap Kajari segera," kata Jafrinaldi.***