Dekan Fisip Unri Diperiksa 10 Jam

Syafriharto bertopi keluar ruang penyidikan.

Beritariau.com, Pekanbaru - Lebih kurang 10 jam Dekan Fisip Unri Syafriharto, diperiksa penyidik di Polda Riau, Senin (22/11/2021) dugaan pelecehan mahasiswi inisial L.

Diperiksa sejak pukul 10.00 WIB, Syafriharto keluar sekitar pukul 20.30 WIB, menggunakan kemeja putih dan topi abu-abu. Turut mendampingi beberapa pengacaranya, saat keluar ruang Tahti menuruni lantai dua.

Tidak banyak kata-kata yang keluar dari mulutnya, saat dimintai komentarnya. Syafriharto mengarahkan bertanya kepada penasehat hukumnya.

“Sama pengacara saja,” katanya.

Namun saat ditanya kondisinya, Syafriharto mengaku sehat. “Alhamdulillah sehat,” katanya, sambil berjalan menuju mobil warna hitam menunggu diluar gedung Tahti Polda Riau.

Sedangkan, Dody Fernando pengacara hukumnya mengatakan, kliennya (Syafriharto,red) datang untuk memenuhi panggilan penyidik.

Kliennya, kemudian dilayangkan beberapa pertanyaan terkait laporan L. Dody mengatakan, jika ingin mengetahui materi penyidikan, silahkan bertanya ke penyidik.

“Pak Syafriharto datang karena kami taat hukum,” kata Dody.

Ditanya status tersangka kliennya, Dodi mengatakan, bahwa 100 persen pihaknya menang di Pengadilan. Karena memang kliennya (Syafriharto,red) tidak ada melakukan pelecehan.

“Kami seratus persen bisa membebaskan pak Syafriharto, karena memang tidak melakukan pelecehan,” kata Dody.

Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, Senin (22/11/2021) mengatakan, tersangka SH mulai diperiksa sejak pukul 10.00 WIB.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap SH, Rektor Unri Aras Mulyadi juga telah dilakukan pemeriksaan.

"Rektor juga sudah dimintai keterangannya," ujar Teddy.

Pemeriksaan SH sebagai tersangka dilakukan pertama kali sejak penanganan perkaranya naik status dari penyelidikan ke penyidikan.

Status tersangka SH sendiri didapat setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Kamis (17/11/2021) lalu. Kemudian, pada Jumat (18/11/2021) pagi, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto mengumumkan penetapan status tersangkanya. 

"Hari ini SH, diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual," terang Teddy.

Teddy mengatakan, SH mulai diperiksa sejak pukul 10.00 WIB dan sampai saat ini masih dimintai keterangannya.

"Mulai diperiksa pukul 10 pagi," terang Teddy.

Dalam perkara ini, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Rektor Unri Aras Mulyadi.

"Rektor juga sudah dimintai keterangannya," ujar Teddy.

Perkara asusila yang menjerat SH, berawal dari pengakuan L, di akun Instagram @komahi_ur atas tindakan pelecehan yang dialaminya pada 27 Oktober 2021 silam. Kemudian, pada Jumat (5/11/2021) korban langsung melapor ke Polresta Pekanbaru. 

Saat datang melapor, L turut didampingi orang tuanya, tante dan teman-temannya melapor ke Polresta Pekanbaru, Jumat (5/11) kemarin.

Tidak terima dilaporkan SH, didampingi kuasa hukumnya juga melaporkan L dan admin Akun @komahi_ur ke Polda Riau atas laporan pencemaran nama baik.

Tak lama kemudian, Polda Riau mengambil alih penanganan perkaranya yakni oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum Polda Riau.***