Kapolsek Tak Mau Terpancing

Demo BBM, Mahasiswa Pekanbaru ancam Polisi dan Ludahi Kapolsek

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Dampak naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai bergejolak di Riau. Puluhan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Pekanbaru, berunjuk rasa di  Jalan HR Subrantas, Panam kecamatan Tampan, Pekanbaru, Selasa (18/11/14) malam sekitar pukul 21.00 Wib.

Mereka menyandera mobil tangki milik PT Pertamina dan memaki Presiden Jokowi dan polisi. Bahkan, Kapolsek Tampan Kompol Suparman, yang berada di lokasi, diludahi pada bagian wajahnya.

"Unjuk rasa yang dilakukan para mahasiswa mengarah kepada anarkis. Meski begitu, Kita tetap hadapi dengan kepala dingin walaupun ada yang meludahi saya juga," ujar Kapolsek Tampan Kompol Suparman, Rabu (19/11/14) pagi.

Selain memaki dan mengancam akan membakar kantor polisi jika mereka ditangkap, puluhan mahasiswa itu juga menuntut agar rekan mahasiswa di Makassar yang ditahan agar dibebaskan. Namun, polisi yang berjaga pencegahan anarkis, tak membalas tindakan para demonstran.

"Gak ada yang diamankan, mahasiswa sengaja membuat keributan dengan memancing emosi polisi dan mereka berencana akan buat situasi seperti di makassar. Mereka memaki-maki polisi dengan kata-kata kotor. Kita tak mau terpancing, agar situasi kondusif," jelas Suparman.

Demo mahasiswa UIN Susqa Pekanbaru tersebut di. Mahasiswa menyandera mobil tangki milik pertamina dan menulis caci makian terhadap Presiden Jokowi.

"Saya tekankan kepada anggota agar tak terpancing emosi, meski demo mereka tidak terkoordinir. Namun di akhir demo, mereka melepas truck milik Pertamina tersebut," tandasnya. [Pan]