LSM Rohul Tuding Limbah PT MAN dan PT Era Sawita Racuni Sungai

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Rohul - Dewan Perwakilan Cabang (DPC) LSM Penjara Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mendesak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rohul, menindak tegas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT MAN dan PT Era Sawita, yang diduga telah mencemari aliran sungai.

Hal itu disampaikan, saat menggelar aksi demonstrasi ke kantor BLH Rohul di Pasir Pangaraian, Selasa (18/11/14). Saat itu, puluhan anggota LSM berjalan kaki bersama masyarakat Tambusai Utara yang tinggal di sekitar perusahaan PT MAN, dari Taman Kota menuju kantor BLH itu.

Mereka menuding, kedua perusahaan itu, masing-masing telah mengotori dua buah aliran sungai. Dimana PKS PT MAN telah membuang limbah yang menyebabkan aliran Sungai Jurigi tercemar. Begitu juga, PT Era Sawita yang diduga mencemari aliran Sungai Kuku.

"BLH harus bersikap tegas terhadap perusahaan yang telah melanggar amdal dan dokumen lingkungan hidup," kata Ketua DPC LSM Penjara Rohul Buaminto, Selasa (18/11/14).

Ia mengatakan, demo ini dilakukan untuk menyadarkan pihak BLH Rohul akan tugas dan fungsi utamanya dalam hal pengawasan kerusakan lingkungan hidup. Menurutnya, pencemaran lingkungan oleh limbah dari perusahaan sawit  itu merupakan tugas pengawasan pihak BLH. Dan pihak BLH telah lalai dalam menjalankan tugas sebagai pengawas.

Hal itu dibuktikan dengan adanya  beberapa dokumen berupa foto ikan mati di Sungai Jurigi yang diduga telah dicemari oleh limbah yang berasal dari PT MAN. Dokumen yang juga dilengkapi dengan hasil uji laboratorium dari limbah kedua perusahaan itu, dibagikan saat demo.

Tak hanya PT MAN, LSM Penjara juga menuding PT Era Sawita yang diduga telah mencemari Sungai Kuku beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataan sikap yang dibuat, LSM ini menuntut enam hal, yang intinya meminta BLH Rohul tegas terhadap perusahaan perusak lingkungan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Lingkungan Hidup, Slamet, mengatakan bahwa pihak BLH Rohul selalu aktif dalam setiap kasus pencemaran lingkungan hidup.

Dia juga mengakui bahwa  perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan selalu ditindak tegas yaitu dengan memberikan sanksi berupa perbaikan ipal dan jaringan pembuangan limbah. [cp]

Tags :# hukum