Incar Penimbun BBM, Polda Riau Awasi SPBU Nakal

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan Solar oleh Presiden Joko Widodo, sejak Selasa (18/11/14) pukul 00.00 WIB, dimungkinkan adanya tindakan kriminal oleh oknum tertentu dengan menimbun BBM bersubsidi itu.

Mengantisipasi itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, mengambil langkah antisipasi untuk memperketat pengawasan terkait aksi penimbunan BBM. Guna menghindari kelangkaan dan kecurangan dalam penyaluran BBM kepada masyarakat.

"Kita memperketat pergerakan para spekulan, yang memanfaatkan situasi kenaikan harga dengan melakukan penimbunan. Ini dilakukan jajaran Subdit IV untuk memantau berbagai modus penimbunan," ujar Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Yohanes Widodo, Selasa (18/11/14).

Pemantauan itu, kata Yohanes, Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang ada di Riau menjadi tempat pemantauan, baik SPBU yang belum terjerat masalah, maupun sejumlah SPBU yang memiliki catatan hitam terkait keterlibatan pengelola dalam kasus penimbunan BBM.

"Ini berlaku untuk seluruh SPBU, baik yang pernah bermasalah maupun yang tidak," jelasnya.

Sebagai langkah hukum, Yohanes mengancam akan menindak tegas bila ada anggotanya mendapati keterlibatan oknum aparat, baik polisi maupun TNI yang terlibat penimbunan. "Tentu, kita akan terus cari, bila ada oknum terlibat, laporkan, kita akan tindak sesuai prosedur," tegasnya.

Yohanes mengajak kepada masyarakat, untuk bersama-sama menjaga agar tidak terjadi kelangkaan BBM, dengan memberikan informasi maupun tidak terlibat langsung dalam kasus penimbunan tersebut. Serta pihak PT Pertamina juga diminta untuk ikut menjaga kelangkaan tersebut.

"Kita juga membutuhkan kerjasama dari masyarakat serta perusahan Migas, untuk dapat saling mengawasi, khususnya terhadap SPBU. Anggota polisi itu terbatas jumlah personilnya, kita harap perusahaan Migas untuk dapat saling mengawasi. Dan jangan terlibat dalam hal itu," pungkas Yohanes. [Pan]

Tags :# hukum