NR, Bos Wulan si Pengedar Sabu Rupanya Agen TKI

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - NR (39), kurir sabu seberat 949,53 gram, yang diberikan kepada Wulan (28), wanita muda asal Lampung si penyimpan sabu dalam pembalut, yang ditangkap oleh Polres Dumai, mengaku sebagai Agen Tenaga Kerja Indonesia (TKI). [Baca : Eits ! Geng Wulan si Pengedar Sabu di Dumai keluar dari Markas]

Sabu itu diserahkan NR ke Wulan untuk selanjutnya diantar ke Jakarta melalui pelabuhan Dumai dan ditangkap Petugas Bea dan Cukai Dumai. Setelah ditangkap dan diperiksa, NR , mengaku merupakan seorang agen Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Tersangka NR kita tangkap atas pengembangan dari tersangka Wu. Setelah diperiksa, ternyata NR mengaku seorang agen TKI," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Senin (17/11/14).

Penangkapan NR, berawal dari tertangkapnya Wulan (28) Sabtu (15/11/14) lalu, yang membawa Narkoba jenis Sabu oleh petugas Bea dan Cukai kotamadya Dumai, di Pelabuhan Fery Internasional Dumai.

"Setelah Bea Cukai menyerahkan Wulan ke Polres Dumai, lalu dilakukan penyelidikan, dengan pemancingan, kemudian menangkap seorang pria inisial NR, rekan Wulan sesama kurir sabu, warga Indonesia, tapi tinggal di Malaysia," kata Guntur.

"NR dibekuk ketika turun dari kapal di Pelabuhan Dumai pada Minggu (16/11/14) kemarin, tanpa ada perlawanan," jelas Guntur.

Setelah ditangkap, lalu dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap NR. Kemudian NR mengaku juga pernah lolos membawa sabu dari Malaysia ke Indonesia sebanyak dua kali. Yakni pada bulan Maret 2014 dan Agustus 2014.

"Rute perjalanan NR membawa sabu, dari Johor Malaysia, ke Pelabuhan Batam, lalu ke pelabuhan Dumai, selanjutnya ke Jakarta melalui darat, sama dengan rute Wulan, namun NR ini sudah pernah dua kali berhasil lolos membawa sabu ke Indonesia," terang Guntur.

Tersangka NR, mengaku diberi upah Rp 12 juta saat membawa sabu pertama ke Indonesia. Kemudian, diupah Rp 15 juta pada saat membawa sabu yang kedua kalinya. Namun, NR mengaku tak tahu berapa jumlah sabu sebelumnya yang berhasil lolos dibawa ke Indonesia.

"Saat ditangkap, NR tak membawa sabu, melainkan mau menyelamatkan Wu yang sebelumnya telah kita tangkap, ini dari hasil pemancingan. Dari pengakuan NR, sabu didapat dari seorang bandar di Malaysia, dan ini masih kita selidiki, berkoordinasi dengan petugas Malaysia," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Wulan ditangkap petugas Bea dan Cukai di Pelabuhan Fery Internasional Dumai. Ditubuh wanita muda asal Lampung ini, petugas menyita 3 paket besar sabu yang disembunyikan secara terpisah di dalam pakaian, Bra dan pembalut wanita yang sedang digunakannya.

Wulan merupakan penumpang kapal Feri Indomal Express yang berangkat Jumat (14/11/14) siang. Saat tiba di Pelabuhan Dumai, salah seorang petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan badan saat wanita muda itu melewati kawasan pemeriksaan dipintu pelabuhan.

Melihat ada yang tak beres didalam pakaiannya, petugas membawa Wulan ke ruang pemeriksaan pelabuhan. Wulan digeledah petugas yang mencurigai gerak-geriknya saat memasuki kawasan pelabuhan Feri Internasional Kelurahan Buluh Kasap Kota Dumai pada Sabtu (15/11/14).

Saat diperiksa, petugas Bea Cukai menemukan 1 paket besar sabu-sabu yang disembunyikan didalam bra yang dipakai tersangka, kemudian 1 paket sabu lagi di celana dalamnya. Sabu itu disembunyikan dengan cara menjahitnya dengan celana dalam tersebut.

Kemudian petugas menggiring Wulan ke kantor Bea dan Cukai kota Dumai untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Saat diperiksa oleh petugas wanita, ditemukan lagi 1 paket besar sabu lainnya, yang disimpan Wulan didalam pembalut wanita. Sehingga total ada 3 sabu-sabu dalam paket besar yang diamankan dari wanita itu.

Setelah itu, petugas lalu menyerahkan pelaku ke pihak kepolisian dalam hal ini Polres Dumai. Bersama barang bukti tersebut, wanita inipun digelandang ke Mapolres Dumai untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. [Pan]

Tags :# hukum