Polisi Butuh Ahli Selidiki Foto Porno DS, Anggota DPRD Meranti

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Meranti tengah masih mendalami penyelidikan dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang menjerat DS, seorang anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kepulauan Meranti. [Baca : Memalukan ! Anggota DPRD Meranti dari PAN Kirim Foto "Cicit" ke HP Rekannya]

DS diduga mengirimkan foto tak senonoh kepada sesama wakil Rakyat, wanita inisial D melalui pesan Blackbery Mesenger (BBM). Sehingga membuat suaminya inisial Z tak senang, lalu melaporkan DS ke Polres Kepulauan Meranti.

Terkait itu, polisi mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi berkaitan dengan dugaan kasus foto porno ini. Sementara, untuk pemeriksaan DS, penyidik masih menunggu izin Gubernur Riau.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti AKP Antoni L Gaol, Senin (17/11/14) mengatakan, sejauh ini pihaknya masih terus mengumpulkan bukti-bukti disertai keterangan saksi-saksi.

Begitu juga, sejak diterimanya laporan kasus itu, pihaknya masih belum menetapkan pasal pidana yang dijeratkan terhadap DS dan sampai seiring penyelidikan awal ini pula pihaknya belum meningkatkan status terlapor menjadi tersangka.

"Selain masih harus menunggu balasan surat permohonan izin dari Gubernur untuk melakukan pemeriksaan terhadap terlapor (DS)," kata Antoni.

Mengenai tindak pidana dan penerapan pasal pidana, menurutnya, pihaknya harus mendalaminya dengan mengambil keterangan ahli pidana terlebih dahulu.

"Surat rekomendasi izin gubernurnya sudah diajukan, kita sedang menunggu itu untuk melakukan pemeriksaan terhadap terlapor (DS)," ujar Antoni.

Sementara itu, terkait perbuatan tak menyenangkan yang diduga dilakukan menggunakan teknologi komunikasi, yang diduga dapat dikaitkan dengan Undang-undang Informasi Tekhnologi Elektronik (ITE) karena membuat, menyimpan dan menyebarluaskan pronografi, Antoni mengaku masih memerlukan pembuktian yang dilengkapi keterangan ahli.

"Kita lakukan koordinasi ahli pidana, jika nanti memungkinkan dijerat dengan UU ITE. Cuma ini belum, kita tunggu izin dari gubernur dulu ya," jelasnya.

Mengenai proses hukum yang berjalan, DS saat tak ingin berkomentar banyak, Ia meminta warga menghargai proses hukum dan sangat menyayangkan beberapa pemberitaan media yang terkesan mengadili DS sebelum adanya pembuktian hukum.

"Saya tidak bisa memberi keterangan banyak, karena tak ingin ada asumsi-asumsi lain di tengah masyarakat," ujar Antoni.

Tanggapan lainnya dari Penasehat Hukum DS yakni Adi Murphi Malau SH MH yang dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini kliennya belum mendapat panggilan penyidik dan kuasa hukum ini juga mengatakan sangat menghargai proses hukum dengan mengedepankan praduga tidak bersalah.

"Prosesnya setahu saya masih dalam penyelidikan ya di Polres Meranti. Belum ada panggilan untuk pak DS. Kami sangat menghargai proses hukum yang mengedepankan praduga tidak bersalah," jelas Adi. [Pan]

Tags :# hukum