Sidang Lapangan Perambahan Hutan

Tokoh Adat Heran, Jaksa Hadirkan Saksi Ahli Dadakan Kasus Tedy

Sidang Lapangan Kasus Hutan dengan Terdakwa Tedy Mirzal Dal | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Rohul - Sesuai permintaan Tedy Mirzal Dal, terdakwa kasus dugaan Perambahan Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Kaiti Pauh, Selasa (18/11/14), Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengarayan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), akhirnya menggelar sidang lapangan.

Saat dilapangan, tokoh masyarakat adat merasa heran. Sebab, Jaksa tiba-tiba menghadirkan saksi ahli yang tak pernah ikut saat peninjauan lokasi sebelumnya yang digelar Polda Riau.

Sidang lapangan itu dilakukan guna memastikan titik koordinat sekaligus melihat fakta lapangan berupa kondisi lahan, isi lahan, serta tapal batas dengan tetangga baik sebelah timur, barat, utara dan selatan.

Peninjuan lokasi ini dilakukan oleh Hakim, Jaksa Penuntut Umum, Penasehat Hukum Terdakwa, Tokoh Masyarakat, termasuk dari pihak terdakwa.

Ketua PN Roul Mahmuriadin mengatakan, sidang lapangan ini murni untuk mengetahui lokasi yang dipersidangkan. Kedua, untuk mengetahui kondisi lokasi, dan apa isi dari lahan tersebut.

"Untuk keputusan, belum bisa diputuskan disini tetapi putusan akan dilaksanakan di kantor PN minggu depan," ungkapnya.

Mengantisipasi adanya bentrok, Kejaksaan dan Pengadilan meminta pengamanan dari Polres Rohul dengan menurunkan personil satu unit mobil dalmas.

Sementara itu, dua tokoh masyarakat adat setempat, Dasril dan Nurhakim menilai bahwa, Prasetyo yang merupakan saksi ahli yang didatangkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasir Pengaraian pada sidang lapangan itu, tak paham tentang permasalahan lahan itu.

Diungkapkannya, saat tim dari Polda Riau dan dirinya meninjau lokasi, saksi ahli itu tak ikut. Ia merasa heran dan bertanya kenapa saksi itu yang didatangkan.

"Dia kemarin tak ikut, tapi kok sidang hari ini dia yang didatangkan menentukan titik koordinatnya," ujar Dasril. [cp]

Tags :# hukum