KLHK-IPB kembangkan Smart Patrol Information System Karhutla

Forum Group Discussion (FGD) Secara Hybrid di Bogor KLHK dengan IPB (4/6/2021).

Beritariau.com, Pekanbaru - Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan dukungan International Tropical Timber Organizationl (ITTO) melakukan pengembangan Smart Patrol Information System Karhutla. Pembahasan terkait sistem informasi ini diselenggarakan dalam sebuah Forum Group Discussion (FGD) secara hybrid di Bogor (4/6/2021).

Dalam sambutannya pada acara FGD, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Basar Manullang mengungkapkan Patroli pencegahan karhutla merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan karhutla yang menggambarkan kondisi near realtime pada desa rawan karhutla. Kegiatan patroli juga menggambarkan bentuk kehadiran pemerintah serta sinergitas para pihak dalam upaya pencegahan di lapangan.

“Salah satu yang menjadi kendala dalam patroli terpadu adalah sistem pelaporan yang dilakukan selama ini oleh tim patroli adalah sistem pelaporan berjenjang yang masih dilakukan dengan konvensional atau paper print out. Sehingga dapat dibayangkan berapa banyak laporan yang menumpuk dari hasil patroli tersebut,” ungkap Basar dikutip dari sipongi.menlhk.go.id.

Basar mengatakan banyaknya laporan yang dihasilkan dari kegiatan patroli tersebut menjadi pemicu untuk merancang dan membangun sebuah sistem aplikasi yang dapat digunakan sebagai sistem pelaporan pelaksanaan patroli pencegahan karhutla.

Pembangunan sistem informasi disupport oleh Tim Peneliti Fakultas MIPA - IPB pada tahun 2019 di wilayah Sumatera yang diketuai oleh Prof. Dr. Imas Sukaesih Sitanggang, M.Kom.

Sistem informasi ini tidak dapat menggantikan peran Tim Patroli di lapangan, tapi setidaknya sistem ini dapat membantu pekerjaan tim patroli dalam melaporkan kegiatan patroli di lapangan.


Selanjutnya, tahun 2020, sistem informasi tersebut sudah mulai diujicobakan di beberapa wilayah di Sumatera, seperti di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tahun 2021 akan dikembangkan lagi sehingga dapat digunakan di seluruh Indonesia.

“Saya sangat mengharapkan aplikasi sistem informasi yang telah dibangun ini dikembangkan lagi sehingga lebih komprehensif dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh Tim Patroli Pencegahan Karhutla di seluruh Indonesia,” ucap Basar.

Melalui FGD ini diharapkan sistem informasi lebih berkembang dan lebih baik dengan masukan dari berbagai pihak khususnya Tim Patroli di Kalimantan sebagai pengembangan lebih lanjut sistem informasi yang telah ada. (Red)