Patroli Terpadu Awal Juni 2021

Kemarau, Patroli Karhutla di Riau kembali diaktifkan

Patroli Terpadu Karhutla

Beritariau.com, Pekanbaru - Mengantisipasi musim kemarau yang telah tiba, Manggala Agni bersama dengan TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) pada awal Juni ini kembali mengaktifkan Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KemenLHK Basar Manullang, mengungkapkan pada awal Juni ini akan diaktifkan kembali Patroli Terpadu di Provinisi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. 

"Patroli terpadu dilaksanakan pada Bulan Juni ini sebagai antisipasi karhutla yang biasanya rawan terjadi di awal Bulan Juli s.d. Agustus," ungkap Basar dilansir sipongi.menlhk.go.id, Rabu (02/06/21)

Basar menambahkan patroli terpadu akan dilaksanakan selama tiga puluh hari di desa rawan karhutla.

"Di Provinsi Riau, Patroli Terpadu yang digelar sudah memasuki Tahap ke-3 karena pada awal tahun di Riau sudah terjadi karhutla," terang Basar.

Sampai dengan Bulan Juni, Patroli Terpadu yang dilaksanakan di desa-desa rawan di Sumatera dilaksanakan di 78 posko desa meliputi Riau 37 posko desa, Kepulauan Riau 1 posko desa, Jambi 12 posko desa, Sumatera Selatan 16 posko desa, Sumatera Utara 12 posko desa.

Sedangkan di wilayah Kalimantan telah diaktifkan 45 posko desa meliputi Kalimantan Barat 18 posko desa, Kalimantan Tengah 15 posko desa, dan Kalimantan Selatan 12 posko desa.

Tugas dari Tim Patroli Terpadu meliputi monitoring kawasan (sumber air, kedalaman gambut, tinggi muka air, penumpukan bahan bakaran, cuaca, aktivitas masyarakat yang berisiko terjadinya karhutla), sosialisasi (anjangsana dan penyuluhan), pencarian informasi dan pemetaan masalah yang ada di desa.

Selain itu Tim Patroli Terpadu juga melaksanakan groundcheck hotspot apabila terdeteksi hotspot di wilayah kerja, pemadaman dini apabila terjadi kebakaran, dan meminta bantuan posko daops apabila membutuhkan dukungan pemadaman dengan peralatan dan personil yang lebih lengkap.

Lebih lanjut, Basar menjelaskan desa-desa yang menjadi sasaran Patroli Terpadu merupakan desa dengan jumlah hotspot dengan kejadian karhutla yang berulang, serta karhutla yang cukup luas selama beberapa tahun terakhir.

Basar mengharapkan dengan berjalannya Patroli Terpadu dapat mencegah karhutla yang berpotensi menyebabkan bencana kabut asap.

"Selain patroli terpadu pemerintah juga melaksanakan upaya patroli mandiri yang dilaksanakan oleh Manggala Agni, Teknologi Modifikasi Cuaca hujan buatan untuk membasahi lahan gambut, kampanye dan sosialisisasi kepada masyarakat di desa rawan, serta terus memantau kondisi hotspot melalui data satelit," pungkas Basar. (red)