Tak Berfungsi, Rumah Nawacita Minta Audit Proyek Sumur Bor Buatan BRGM di Bengkalis

Penulis : admin | Sabtu, 06 Maret 2021 - 13:31 WIB

TAK FUNGSI - Proyek sumur bor buatan Badan Restorasi Gambut dan Manggrove (BRGM) di Desa Tasik Serai, Bengkalis, Riau, tidak berfungsi | Ist

Beritariau.com, Bengkalis - Rumah Nawacita menyorot proyek sumur bor buatan Badan Restorasi Gambut dan Manggrove (BRGM) di Desa Tasik Serai, Bengkalis, Riau. Pasalnya, sumur bor tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Tak hanya soal sumur bor di kawasan gambut, proyek pembuatan sekat kanal dan kegiatan lainnya juga bermasalah.

"Kita memang sudah acapkali mendengar soal nasib dan kondisi proyek-proyek yang dikerjakan BRGM. Maka kita minta dilakukan audit secara menyeluruh dan independen," kata Direktur Rumah Nawacita Partnership, Raya Desmawanto, MSi dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/2/2021).

Penegasan itu dia sampaikan buntut adanya pemberitaan puluhan sumur bor gambut BRGM yang dikerjakan bersama kelompok masyarakat di Desa Tasik Serai, Bengkalis, Riau, tidak berfungsi dan rusak.

Raya menjelaskan, dalam kondisi cuaca ekstrim panas serta kemarau saat ini, sumur bor di kawasan gambut amat vital diperlukan. Hal tersebut penting sebagai sumber utama air untuk pemadaman api karhutla maupun pembasahan kawasan gambut.

Itu sebabnya, jika sumur bor gambut BRGM tersebut tidak berfungsi, maka berdampak terjadinya keterlambatan dalam usaha pemadaman dan pencegahan karhutla.

"Kalau sumur bor rusak, maka dari manalagi air diambil. Ini sangat fatal sekali dampaknya," tegas Raya.

Ia meminta agar BRGM bertanggung jawab atas tidak berfungsinya puluhan sumur bor tersebut seperti yang diberitakan oleh media.

Selain itu dia juga mendesak agar proyek-proyel itu dilakukan penyelidikan intensif. Baik dari segi mutu kerja proyek, penggunaan anggaran dan kegiatan BRGM lainnya.

"Jika ditemukan adanya penyimpangan penggunaan anggaran, maka aparat hukum dapat melakukan langkah-langkah konkret," tegas Raya.

Ia mengingatkan kalau lahan gambut dan karhutla telah menjadi atensi utama Presiden Jokowi. Ultimatum Presiden Jokowi untuk bekerja secara baik mestinya didengar oleh instansi yang terkait dengan karhutla, termasuk di dalamnya BRGM.

"Presiden sudah mengingatkan berulang kali agar serius dalam penanganan karhutla, tidak saja dalam pemadaman namun juga dalam pencegahannya. Dalam hal ini BRGM memainkan fungsi tugas pencegahan. Ini harus dievaluasi dan diaudit," kata Raya yang saat pilpres 2019 lalu merupakan Ketua Umum Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) tersebut. (*)

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :