Sst..! GOR Bulu Tangkis 2,4 Milyar Pemko Pekanbaru, Mencurigakan

GOR Satria | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membeli Gedung Olah Raga Satria (Hall) yang terletak di Gang Melati Indah Jalan Imam Munandar Kecamatan Tenayan Raya, milik tokoh masyarakat bernama Suradi Paijan, warga Pekanbaru seharga Rp 2,4 Milyar.
Kepada wartawan Suradi menceritakan awal pembelian GOR ini ditawar oleh Pemko Pekanbaru pada tahun 2013 silam.
"Pemko Pekanbaru yang menawar GOR milik Saya, makanya Saya jual. Tahun 2013 itu mereka beli. Sebenarnya sih saya rugi, tapi demi masyarakat, ya gak apa-apalah," ujar Suradi Paijan Kamis (29/10/14).
Pada Tahun 2013 tersebut, Pemko Pekanbaru yang membeli GOR atau Hall Satria yang berdiri diatas lahan dengan luas sekitar 30 X 50 meter itu awalnya dibuka dengan harga Rp 3,5 Miliar.
"Namun, pihak Pemko Pekanbaru menawarnya, sehingga tercapailah kesepakatan, saya jual dengan harga Rp 2,4 Milyar, itupun karena mereka yang menawarnya," katanya lagi.
Menurut Suradi, saat itu Pemko Pekanbaru sedang membutuhkan GOR Bulu Tangkis, kebetulan dirinya memiliki GOR lalu dijualnya setelah ditawar Pemko Pekanbaru.
"Anak saya kan ada juga yang kerja di Dinas PU, jadi kalau soal harga, itu anak saya yang memberi tahu kepada saya, berapa jumlah yang pantas untuk dijual. GOR ini saya bangun pada tahun 2003," jelas Suradi.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Irma Novitra membenarkan ada pembelian itu. Sayangnya, Ia mengaku tak banyak tahu.
"Iya benar. Saya tahu, ada pembelian GOR di Tanayan raya. Namun tepatnya di jalan apa saya kurang tahu," kata Irma.
Menurut Irma, GOR itu sudah diserahkan kepada Dispora. Namun, ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Pekanbaru M Yusuf, justru bertolak belakang dengan Irma.
"Soalnya itu (GOR) belum serah terima. Belum, belum, belum," ungkap M Yusuf.
Disayangkan, GOR bulu tangkis ini tak digunakan untuk pembinaan atlit. Ironinya, setiap masyarakat yang ingin berolah raga harus ikut merogoh koceknya di gedung yang telah menjadi aset negara.
"Belum ada program untuk pembinaan atlit. Jadi tak ada anggran untuk perawatan GOR. Uang yang dipungut itu untuk bayar listrik," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Pekanbaru M Yusuf.
Dalam pengelolaan fasilitas olah raga milik negara ini, ada oknum lain yang disebut-sebut sebagai orang yang mengatur segala aktifitas di GOR Satria. [mar]

