Halte Bus TMP Pasang Iklan
Halte Trans Metro Pekanbaru Amburadul, Pengelola Tak Patuhi Kontrak

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Batas akhir kontrak beberapa Halte bus Trans Metro Pekanbaru yang dikuasai pihak swasta sudah habis waktu bulan Agustus lalu.
Namun hingga saat ini, kontrak 5 tahunan antara pihak swasta dan Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) Pekanbaru belum juga diperbaharui. Bahkan, halte-halte itu punya segudang masalah.
"Masih menunggu tanggapan pihak swasta yang sebelumnya memegang kontrak sejumlah halte TMP itu. Beberapa waktu lalu, kami sudah memanggil (mereka) tapi belum ada yang hadir," kata Kepala Dishubkominfo Pekanbaru, Syafril MT, Selasa (28/10/14).
Beberapa halte yang dibangun atas kerjasama itu, kondisinya sangat memperihatinkan. Selain rusak, menurut pengakuan Syafril, beberapa halte itu ada yang diputus listriknya karena tidak membayar tagihan.
"Dalam perjanjian kerjasama kontrak halte haruslah seperti semula, walau kontrak itu telah habis. Intinya harus perbaiki. Itu sesuai kesepakatan. Kalaupun diserahkan kepada pihak lain, itu juga harus diperbaiki. Bahkan mereka tak bayar listrik, buktinya sampai diputuskan," ungkapnya.
Pembangunan halte bus TMP beriklan ini sendiri berada di delapan titik, diantaranya adalah Simpang SKA, Simpang Sekolah As Syofa, depan Purna MTQ, depan Gelanggang Remaja, Simpang Jalan Cempedak, depan Bank Riau, depan Kantor Pajak dan depan Mal Pekanbaru.
Namun sangat disayangkan, walau isi salah satu perjanjian dengan pihak ketiga adalah peremajaan, kondisi dilapangan nyatanya berbeda. Halte di patung kuda-kuda salah satu contohnya, sudah dikategorikan Syafril sebagai Halte tak layak pakai. [mar]

