Pelayuran Jalur Cahaya Baru di Sukaping, Muklisin Ajak Masyarakat Jaga Tradisi Pacu Jalur

Beritariau.com, PANGEAN – Semangat melestarikan tradisi Pacu Jalur kembali bergelora di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Hal itu terlihat dalam prosesi pelayuran Jalur Cahaya Baru di Desa Sukaping, Kecamatan Pangean, Jumat malam (30/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, H. Muklisin, hadir langsung dalam prosesi adat tersebut sekaligus melakukan penyulutan api pertama sebagai tanda dimulainya tahapan pelayuran jalur.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian pembuatan jalur baru yang diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Jalur Cahaya Baru serta mengharumkan nama Desa Sukaping dalam perhelatan Pacu Jalur di Kuansing.
Dalam sambutannya, Muklisin menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pemerintah desa, anak pacu, dan seluruh pihak yang telah bergotong royong mendukung proses pembuatan jalur tersebut.
Menurutnya, pembangunan jalur bukan semata-mata menghadirkan sarana untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat dalam menjaga warisan budaya yang telah menjadi identitas Kabupaten Kuansing.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh masyarakat dan pihak yang telah bersama-sama bergotong royong menyiapkan jalur ini. Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan adat semata, tetapi merupakan bagian penting dari upaya kita melestarikan tradisi Pacu Jalur di Kuantan Singingi,” ujarnya.
Muklisin juga mengajak masyarakat agar tetap optimistis dan menjaga semangat kebersamaan, meskipun pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan fiskal akibat pengurangan anggaran.
Ia menegaskan, keterbatasan keuangan daerah tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya pembangunan. Sebaliknya, kondisi tersebut harus dijawab melalui kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kita wajib optimistis. Walaupun kondisi fiskal daerah cukup mengkhawatirkan, kita tidak boleh menyerah. Pemerintah daerah terus berupaya mencari peluang dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Muklisin turut memaparkan sejumlah dukungan program pembangunan yang berhasil diperjuangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.
Salah satunya adalah pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Kuansing. Selain itu, sekitar 400 sekolah telah diajukan untuk memperoleh program rehabilitasi pada tahun ini.
Dukungan pembangunan juga menyentuh sektor pertanian. Muklisin menyebutkan, alokasi anggaran untuk pembangunan sumur dan jaringan irigasi air tanah mencapai sekitar Rp86 miliar pada 2025 dan meningkat menjadi sekitar Rp101 miliar pada 2026.
Menurutnya, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk terus mendorong pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
Sementara itu, Camat Pangean, Aswandi, S.Pd., MM, mengatakan Jalur Cahaya Baru memiliki nilai sejarah dan kenangan tersendiri bagi masyarakat Sukaping.
Pada masa lalu, jalur tersebut pernah menjadi salah satu primadona, baik di kawasan Kuantan Hilir maupun ketika berlaga di Tepian Narosa, Teluk Kuantan.
Karena itu, kehadiran Jalur Cahaya Baru diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk menjaga tradisi Pacu Jalur sekaligus menghidupkan kembali kejayaan jalur kebanggaan Desa Sukaping tersebut.
Di sisi lain, Kepala Desa Sukaping, Awirman, mengungkapkan bahwa proses pembuatan Jalur Cahaya Baru masih menghadapi tantangan pembiayaan. Terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp88 juta untuk mendukung penyelesaian proses pembuatan jalur.
Ia menjelaskan, pembiayaan berasal dari sumbangan masyarakat, dukungan Pemerintah Desa Sukaping, serta proposal bantuan yang diajukan kepada pihak swasta. Dinas Kebudayaan juga turut memberikan dukungan sebesar Rp25 juta.
Melalui kegiatan penggalangan dana dan lelang yang digelar, masyarakat berhasil menghimpun dana sebesar Rp113 juta untuk mendukung pembuatan jalur tersebut.
Prosesi pelayuran berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Antusiasme masyarakat memperlihatkan bahwa Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan tahunan, melainkan warisan budaya yang terus dirawat melalui gotong royong, kebersamaan, dan kebanggaan masyarakat Kuansing.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Pj Sekretaris Daerah Kuansing Drs. Muradi, M.Si., Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal, Asisten III Drs. Azhar, MM, serta anggota DPRD Kuansing Desta Harianto, Hengki Prima Hidayat, Gusmir Indra, Dasver Librian, dan Ike Krisnawati.
Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kuansing Ir. Emmerson, Plt Kepala Dinas Kominfoss Kuansing Hevi H. Antoni, S.Sos., M.Si., Camat Pangean beserta Forkopimcam, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, kepala desa dan BPD se-Kecamatan Pangean, tokoh adat, serta undangan lainnya. (*)

