Simpang SKA Mulai Ditata, Agung Nugroho Minta Warga Bersabar Hadapi Kemacetan

Simpang SKA Mulai Ditata, Agung Nugroho Minta Warga Bersabar Hadapi Kemacetan

Beritariau.com, PEKANBARU – Pemerintah terus berupaya membenahi persoalan kemacetan di persimpangan Jalan Tuanku Tambusai–Soekarno Hatta atau Simpang Mal SKA. Namun, proses penataan yang sedang berlangsung berdampak pada kelancaran arus kendaraan. Karena itu, masyarakat diminta bersabar hingga pekerjaan pelebaran jalan dan penataan putaran balik (U-turn) rampung.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyatakan dukungannya terhadap langkah Gubernur Riau dalam melakukan pembenahan lalu lintas di kawasan tersebut. Menurutnya, penataan Simpang SKA merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurai kepadatan kendaraan di salah satu titik lalu lintas yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.

Agung mengakui, pengerjaan yang sedang berlangsung memang membuat arus kendaraan belum sepenuhnya lancar. Penyempitan lajur akibat pekerjaan konstruksi membatasi ruang gerak kendaraan, sehingga antrean dan kepadatan sulit dihindari, terutama pada jam-jam sibuk.

Hal itu disampaikan Agung usai menggelar rapat bersama jajaran terkait untuk membahas persoalan kemacetan di Kota Pekanbaru, Jumat (30/10/2026). Dalam rapat tersebut, ia mengaku menerima berbagai masukan masyarakat, termasuk menyangkut pembangunan U-turn di sejumlah titik kawasan Simpang SKA.

"Saya mendukung apa yang dilakukan oleh Bapak Gubernur Provinsi Riau ini. Kenapa? Karena memang U-turn itu insyaallah akan menghilangkan kemacetan, tapi kita perlu sabar," kata Agung.

Ia menjelaskan, kondisi lalu lintas saat ini belum dapat dijadikan ukuran untuk menilai keberhasilan rekayasa yang diterapkan. Sebab, pekerjaan pelebaran jalan masih berjalan dan menjadi bagian penting dari keseluruhan penataan persimpangan.

Pada tahap pengerjaan sekarang, kendaraan yang melaju lurus di beberapa bagian jalan hanya dapat memanfaatkan satu lajur. Kondisi tersebut membuat kapasitas jalan berkurang sementara waktu dan memicu perlambatan arus kendaraan.

Namun, setelah pelebaran selesai, lebar jalan diharapkan kembali setara dengan jalan utama. Dengan begitu, kendaraan yang hendak lurus maupun berbelok dapat diatur melalui pembagian arus yang lebih tertata.

"Jalan itu dilebarkan. Kalau sekarang memang jalan lurusnya tinggal satu ruas, tapi berikutnya jalan itu akan sama nanti besarnya dengan jalan utama. Jadi, tinggal yang belok-belok dan yang lurus-lurus," jelasnya.

Agung meminta masyarakat memberikan waktu kepada pemerintah untuk menuntaskan seluruh tahapan pekerjaan. Menurutnya, efektivitas penataan U-turn dan pelebaran jalan baru bisa dinilai setelah pembangunan selesai dan pola pergerakan kendaraan berjalan sesuai rekayasa yang direncanakan.

Ia berharap pembenahan tersebut mampu mengurangi titik-titik konflik kendaraan, memperlancar arus lalu lintas, sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan Simpang SKA.

Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjut Agung, akan terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau agar penanganan kemacetan di kawasan itu berjalan optimal. Sinergi antarpemerintah dinilai penting mengingat persoalan lalu lintas di Simpang SKA membutuhkan penataan yang terintegrasi.

"Kita perlu memberitahu kepada masyarakat agar tuntaskan dulu semua. Kita harus bersabar. Insyaallah ini akan mengurai kemacetan. Biarkan juga pemerintah kota terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau," pungkasnya.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat memahami dampak sementara selama proses pengerjaan berlangsung, sembari tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan proyek. (*)