Asrama Ponpes Ibnu Jarir Mulai Dibangun, Pemkab Kampar Dorong Penguatan Pendidikan Keagamaan

Asrama Ponpes Ibnu Jarir Mulai Dibangun, Pemkab Kampar Dorong Penguatan Pendidikan Keagamaan

Beritariau.com, BANGKINANG KOTA -- Pemerintah Kabupaten Kampar terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sarana pendidikan, termasuk lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan asrama santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Jarir di Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang Kota, Kamis (29/10/2026).

Mewakili Wakil Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kampar, Helmi, secara langsung melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas tersebut.

Kegiatan itu turut dihadiri Camat Bangkinang Kota Edi Suhernan, pengurus yayasan, kepala sekolah, majelis guru, serta para santri Ponpes Ibnu Jarir.

Pembangunan asrama ini diharapkan menjadi langkah penting dalam menyediakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi para santri. Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu menunjang aktivitas pendidikan dan pembinaan karakter di lingkungan pesantren.

Dalam sambutannya, Helmi menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia membutuhkan dukungan berbagai sektor pendidikan, baik sekolah umum maupun lembaga pendidikan keagamaan.

Menurutnya, sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung proses belajar mengajar. Karena itu, pembangunan asrama Ponpes Ibnu Jarir diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri dalam menempuh pendidikan sekaligus memperdalam ilmu agama.

“Kita bersyukur Ponpes Ibnu Jarir telah memulai pembangunan asrama santri. Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan nantinya dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan, sehingga para santri bisa belajar dengan lebih nyaman dan optimal,” ujar Helmi.

Ia berharap pembangunan tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi muda yang berpengetahuan luas, beriman, dan berakhlak mulia.

Menurut Helmi, tantangan perkembangan zaman menuntut generasi muda memiliki kemampuan menghadapi perubahan tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan keagamaan. Dalam konteks itu, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus membangun fondasi keilmuan generasi penerus.

“Kampar dikenal sebagai Negeri Serambi Mekkah. Kita memiliki banyak pondok pesantren yang berperan penting dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki landasan agama yang kuat. Pemerintah daerah tentu berharap lembaga-lembaga pendidikan keagamaan ini terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah,” tambahnya.

Helmi juga menyampaikan salam dari Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, kepada keluarga besar Ponpes Ibnu Jarir.

Pesantren Apresiasi Dukungan Pemerintah

Sementara itu, Kepala Sekolah Ponpes Ibnu Jarir, Ustaz Irfan, Lc., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kampar atas perhatian dan dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren.

Ia menilai dukungan tersebut menjadi dorongan bagi pihak sekolah, yayasan, dan tenaga pendidik untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran. Upaya tersebut, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan komitmen mempertahankan nilai-nilai keislaman sebagai landasan pendidikan karakter para santri.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar. Semoga hal ini semakin memotivasi kami untuk melaksanakan proses belajar mengajar yang bermutu, sekaligus membentuk santri yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia,” ungkap Irfan.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pembina Yayasan, H. Zaprizal. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, para wali murid, dan seluruh donatur yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan asrama tersebut.

Menurutnya, pembangunan asrama merupakan harapan besar keluarga Ponpes Ibnu Jarir untuk meningkatkan kenyamanan santri sekaligus menunjang pelaksanaan kegiatan pendidikan sehari-hari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, para wali murid, dan seluruh donatur yang telah membantu mewujudkan pembangunan asrama yang selama ini kita impikan. Dengan persatuan, kebersamaan, dan kekompakan, insyaallah pembangunan ini dapat kita selesaikan bersama,” tutur Zaprizal.

Peletakan batu pertama tersebut menjadi awal dari upaya mewujudkan fasilitas asrama yang lebih representatif bagi para santri. Dukungan pemerintah daerah, yayasan, wali murid, dan para donatur diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dalam mengembangkan pendidikan pesantren.

Lebih jauh, pembangunan ini diharapkan menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda Kampar yang cerdas, mandiri, berdaya saing, serta memiliki akhlakul karimah.

Dengan penguatan fasilitas pendidikan dan pembinaan karakter, pesantren diharapkan terus berkontribusi dalam melahirkan generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keagamaan. (*)