Perkuat Catur Darma Perguruan Tinggi, UMRI dan UMTS Sepakat Bangun Kolaborasi Akademik
Beritariau.com, PEKANBARU – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) terus memperluas jejaring kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi. Kali ini, UMRI menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman, Kamis (29/10/2026).
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Ruang Kerja Rektor UMRI, Pekanbaru, dan dilakukan langsung oleh Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., bersama Rektor UMTS, Dr. Darliana Sormin, M.A.
Kesepakatan ini menjadi langkah kedua perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut dalam memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam pengembangan Catur Darma Perguruan Tinggi.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Keempat bidang tersebut menjadi fondasi penting dalam menjalankan peran perguruan tinggi Muhammadiyah, tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai institusi yang berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, UMRI turut dihadiri Wakil Rektor III Wahyi Busyro, S.E.I., M.E., Ph.D., Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) Fahmi Salsabila, S.S., M.Si., serta Kepala Kantor Humas, Keprotokolan, dan Hukum M. Anwar Siregar, S.H. Sementara dari UMTS hadir Wakil Rektor II Dr. Rosmaimunah Siregar, M.A.
Rektor UMRI Saidul Amin mengatakan, kerja sama ant perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki arti penting dalam memperkuat kapasitas institusi, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan mutu pelaksanaan Catur Darma Perguruan Tinggi.
Namun, ia mengingatkan bahwa kesepakatan yang telah ditandatangani tidak boleh berhenti sebatas dokumen formal. Diperlukan langkah konkret agar kemitraan tersebut benar-benar menghasilkan program yang memberikan manfaat bagi kedua universitas.
“Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi harus ditindaklanjuti melalui program-program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Kita perlu saling berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi penelitian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas akademik,” ujarnya.
Menurut Saidul Amin, setiap perguruan tinggi memiliki potensi dan keunggulan yang dapat saling melengkapi. Karena itu, kolaborasi menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan sumber daya sekaligus mendorong lahirnya inovasi di lingkungan pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Melalui kemitraan tersebut, kedua universitas juga berpeluang memperluas kegiatan akademik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengembangkan berbagai program bersama yang melibatkan dosen maupun mahasiswa.
Kerja sama ini sekaligus diarahkan untuk mendukung pengembangan institusi dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas serta fungsi masing-masing universitas sesuai kewenangannya.
UMRI dan UMTS berharap kesepahaman tersebut dapat menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan. Tidak hanya memperkuat mutu pendidikan tinggi Muhammadiyah, kemitraan ini juga diharapkan menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, persyarikatan, dan masyarakat. (*)

