Kepala BRIDA Riau Tantang Wisudawan Unilak Jadi Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Pencari Kerja

Kepala BRIDA Riau Tantang Wisudawan Unilak Jadi Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Pencari Kerja

Beritariau.com, PEKANBARU -- Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau, Roni, mendorong para lulusan Universitas Lancang Kuning (Unilak) agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Para wisudawan diharapkan mampu melahirkan inovasi, membangun usaha mandiri, dan membuka lapangan kerja baru demi mendorong pertumbuhan ekonomi serta kemajuan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Roni saat mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-73 dan Magister ke-23 Unilak di Hotel Labersa, Kabupaten Kampar, Rabu (28/10/2026).

Momentum wisuda yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda itu dinilai menjadi titik awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengambil peran nyata dalam pembangunan.

Menurut Roni, lulusan perguruan tinggi merupakan sumber daya manusia strategis yang memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan pembangunan, baik di tingkat daerah, nasional, maupun global. Namun, potensi tersebut perlu diiringi keberanian berinovasi, kreativitas, serta kemampuan membaca peluang ekonomi.

Ia menilai, tantangan dunia kerja saat ini tidak cukup dijawab dengan mengandalkan ijazah dan kompetensi akademik semata. Para lulusan juga perlu memiliki pola pikir kewirausahaan agar mampu menciptakan peluang ekonomi bagi diri sendiri maupun orang lain.

"Kami berharap adik-adik tidak hanya bergantung bagaimana mencari lapangan kerja, tetapi bagaimana kita bisa membuat dan membuka lapangan kerja secara mandiri," ujar Roni.

Roni turut menyoroti persoalan pengangguran di Indonesia yang masih menjadi tantangan, termasuk di kalangan masyarakat berpendidikan tinggi. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah penganggur di Indonesia mencapai sekitar 7,2 juta orang, dengan hampir satu juta di antaranya merupakan lulusan sarjana.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi perlu dibarengi kemampuan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar kerja. Lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya menguasai bidang keilmuan, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.

Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan adalah perkembangan ekonomi digital dan industri kreatif. Perubahan pola konsumsi masyarakat, pemanfaatan teknologi, serta pertumbuhan berbagai layanan berbasis digital membuka ruang bagi lahirnya usaha-usaha baru.

Karena itu, Roni mendorong para alumni Unilak untuk berani mengembangkan ide kreatif, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan model usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Para lulusan mampu melahirkan inisiatif lain melalui inovasi dan kreativitas dalam menciptakan peluang usaha," katanya.

Dorongan tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah terhadap sumber daya manusia yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah melalui kewirausahaan dan pengembangan inovasi.

Bagi Riau, kehadiran lulusan perguruan tinggi yang kreatif dan mandiri diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, memperkuat daya saing ekonomi, serta mendorong tumbuhnya berbagai sektor usaha potensial.

Selain kemandirian ekonomi, Roni juga mengingatkan para wisudawan agar menjaga integritas moral dan nama baik almamater. Kompetensi akademik, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan etika, tanggung jawab, dan komitmen memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan bekal ilmu pengetahuan, kreativitas, serta integritas yang kuat, para lulusan Unilak diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi muda yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Provinsi Riau.

Wisuda, dengan demikian, bukan sekadar penanda berakhirnya masa pendidikan di bangku kuliah, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk menghadirkan gagasan, menciptakan peluang, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. (*)