KKN UMRI 2026 Tuntas, 2.093 Mahasiswa Hadirkan Inovasi dan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Beritariau.com, PEKANBARU – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menuntaskan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 dengan melibatkan 2.093 mahasiswa dalam berbagai skema pengabdian kepada masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendorong mahasiswa menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pelaksanaan KKN tahun ini tidak hanya berlangsung di berbagai wilayah pengabdian di dalam negeri, tetapi juga menjangkau sejumlah lokasi di luar negeri. Sebanyak 23 mahasiswa mengikuti KKN Muhammadiyah–'Aisyiyah (MAS) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) di Universitas Muhammadiyah Malang.
Selain itu, sebanyak 20 mahasiswa mengikuti KKN Internasional di Malaysia bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kuala Lumpur. Sementara itu, satu mahasiswa lainnya melaksanakan KKN di Arab Saudi.
Beragam skema tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pengalaman, mengembangkan kemampuan beradaptasi, serta memahami persoalan masyarakat dengan latar belakang sosial dan budaya yang berbeda.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRI, Dr. Aidil Haris, S.Sos., M.Si., mengatakan pelaksanaan KKN tahun ini mendapat respons positif dari masyarakat. Mahasiswa dinilai mampu menghadirkan sejumlah inovasi, termasuk menghasilkan produk teknologi tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
“Banyak apresiasi yang disampaikan masyarakat terhadap mahasiswa UMRI. Mereka telah menghasilkan produk teknologi tepat guna yang bermanfaat. Bahkan, sejumlah desa meminta agar KKN UMRI kembali dilaksanakan di wilayah mereka,” ungkap Aidil Haris.
Permintaan sejumlah desa agar program KKN kembali dilaksanakan menunjukkan adanya penerimaan positif terhadap kegiatan mahasiswa. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama masa pengabdian, tetapi juga meninggalkan hasil yang dapat dikembangkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.
Rektor UMRI Tekankan KKN Harus Beri Dampak
Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., mengapresiasi LPPM dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan KKN 2026.
Menurutnya, KKN merupakan bagian penting dalam proses pendidikan tinggi karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga harus mampu menerapkannya untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
“Inti dari KKN adalah kemampuan mahasiswa untuk beradaptasi di tengah masyarakat. Namun, tidak cukup hanya beradaptasi; mahasiswa juga harus mampu menghadirkan dampak dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Saidul Amin.
Ia menegaskan, kemampuan beradaptasi menjadi modal awal bagi mahasiswa untuk memahami karakter, kebutuhan, dan persoalan masyarakat. Namun, pengalaman tersebut perlu dilanjutkan dengan upaya menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi setempat.
Karena itu, UMRI mendorong agar pelaksanaan KKN terus dikembangkan sehingga menghasilkan program yang lebih terarah dan memiliki manfaat jangka panjang.
Rektor juga menginginkan adanya model KKN yang mempunyai distingsi atau keunggulan khas UMRI. Dengan demikian, KKN tidak hanya menjadi agenda rutin akademik, tetapi berkembang menjadi program unggulan universitas yang mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat.
Pengembangan model tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas UMRI dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan memberikan solusi.
UMRI Apresiasi Dosen Berprestasi di Bidang Riset
Selain menuntaskan program KKN, UMRI juga memberikan penghargaan kepada dosen berprestasi dalam bidang riset dan publikasi ilmiah. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UMRI di Auditorium Kampus Utama UMRI, Ahad (25/10/2026) malam.
Pemberian penghargaan menjadi salah satu upaya universitas untuk mendorong peningkatan produktivitas penelitian, memperkuat publikasi ilmiah, serta meningkatkan kinerja akademik sivitas akademika.
Penghargaan diberikan dalam empat kategori, mulai dari produktivitas berdasarkan skor SINTA hingga publikasi internasional, publikasi nasional, dan dampak karya ilmiah.
Pada kategori Dosen Paling Produktif berdasarkan Skor SINTA Tiga Tahun, peringkat pertama diraih Assoc. Prof. Edi Ismanto, M.Kom., Ph.D., dengan skor 852,6.
Posisi kedua ditempati Assoc. Prof. Ilham Hudi, M.Pd., dengan skor 591,25, sedangkan peringkat ketiga diraih Diki Arisandi, M.Kom., Ph.D., dengan skor 568,5.
Sementara itu, pada kategori Publikasi Internasional Bereputasi berdasarkan dokumen Scopus, Prof. Ir. Ahmad Kafrawi Nasution, M.T., Ph.D., menempati posisi pertama dengan 41 dokumen.
Peringkat berikutnya diraih Romi Fadli Syahputra, S.Si., M.Si., dengan 35 dokumen, serta Prof. Dr. Jufrizal Syahri, M.Si., dengan 33 dokumen.
Pada kategori Publikasi Nasional Bereputasi berdasarkan dokumen Garuda, penghargaan diberikan kepada Linda Hetri Suriyanti, S.E., M.Ak., Ak., CA., Ph.D., dengan 112 dokumen, serta Annie Mustika Putri, S.E., M.Ak., Ak., CA., dengan 101 dokumen.
Adapun kategori Publikasi Ilmiah Paling Berdampak berdasarkan H-Index Google Scholar diraih Dr. Zul Azmi, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., dengan H-index 21.
Capaian para dosen tersebut menjadi bagian dari upaya UMRI memperkuat budaya akademik yang produktif. Penelitian dan publikasi ilmiah diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi perguruan tinggi, tetapi juga menghasilkan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.
Perkuat Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian
Penyelesaian KKN 2026 dan pemberian penghargaan kepada dosen berprestasi menunjukkan upaya UMRI memperkuat tiga unsur penting dalam pendidikan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui KKN, mahasiswa memperoleh kesempatan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara langsung. Sementara itu, peningkatan produktivitas riset dan publikasi ilmiah menjadi bagian dari penguatan kapasitas dosen dalam menghasilkan pengetahuan baru.
Kedua kegiatan tersebut diharapkan saling mendukung sehingga hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas, sedangkan pengalaman pengabdian dapat menjadi masukan untuk pengembangan pembelajaran dan penelitian di lingkungan kampus.
UMRI terus mendorong lahirnya sivitas akademika yang inovatif, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan pengembangan program KKN yang memiliki keunggulan khas serta penguatan budaya riset, UMRI diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkemajuan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (*)

