Tiga Mahasiswa Unri Tembus Program Fast Track S1–S2 di Taiwan, Perkuat Daya Saing Global

Tiga Mahasiswa Unri Tembus Program Fast Track S1–S2 di Taiwan, Perkuat Daya Saing Global

Beritariau.com, PEKANBARU – Universitas Riau (Unri) terus memperluas langkah internasionalisasi dengan membuka peluang bagi mahasiswa untuk menempuh pendidikan dan mengembangkan kompetensi di lingkungan akademik global. Terbaru, tiga mahasiswa Unri mengikuti program 3+2 Bachelor–Master Fast Track Program Fall 2026 di Ming Chi University of Technology (MCUT), Taiwan.

Ketiga mahasiswa tersebut berasal dari dua fakultas dengan bidang keilmuan berbeda. Farid Artha Nugraha dan Rifa Zahira Zuhdi dari Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, diterima pada program Safety, Health and Environment Engineering.

Sementara itu, Sandi Wishlin Guo dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengikuti program International Master of Business Administration di perguruan tinggi yang sama.

Program ini menjadi salah satu upaya Unri memperluas akses pendidikan lintas negara sekaligus mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, wawasan internasional, dan daya saing di tengah perkembangan global.

Rektor Unri, Prof. Dr. Sri Indarti, SE, MSi, mengatakan kesempatan memperoleh pengalaman akademik di luar negeri merupakan bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan masa depan.

“Unri terus berkomitmen memperluas kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik dan memperoleh pengalaman belajar di lingkungan internasional,” ujarnya.

Ia berharap ketiga mahasiswa tersebut dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam ilmu pengetahuan, mengenal budaya akademik yang berbeda, serta memperluas perspektif dalam bidang keilmuan masing-masing.

Rektor juga berpesan agar para mahasiswa menjaga nama baik Universitas Riau dan Indonesia selama mengikuti program tersebut. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk pengembangan diri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“ Kami berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, menjaga nama baik Universitas Riau dan Indonesia, serta membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan diri dan kemajuan masyarakat,” tambahnya.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Unri, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, MPhil, menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program tersebut merupakan wujud konkret pengembangan kerja sama internasional yang memberikan peluang pendidikan secara langsung.

Menurutnya, program fast track di MCUT tidak hanya membuka jalan bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang magister, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun jejaring akademik dan meningkatkan kompetensi sesuai bidang masing-masing.

Unri, lanjutnya, akan terus mendorong kerja sama internasional yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lulusan.

Sementara itu, Deputi Pusat Urusan Internasional sekaligus staf pendamping Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional, Andrian Perdana, SP, M Agr Sc, menjelaskan bahwa program 3+2 Bachelor–Master Fast Track di MCUT telah dimulai pada 5 September 2026 dan dijadwalkan berlangsung selama dua tahun.

Skema tersebut menghubungkan pendidikan sarjana dan magister melalui jalur percepatan. Keikutsertaan mahasiswa dari Fakultas Teknik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga memperlihatkan bahwa peluang internasionalisasi Unri terbuka bagi beragam disiplin ilmu.

“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister, tetapi juga berpotensi membangun jejaring akademik, mengenal pendekatan pembelajaran yang berbeda, dan memperluas pemahaman terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global,” jelas Andrian.

Partisipasi tiga mahasiswa ini menjadi bagian dari langkah Unri memperkuat keterhubungan dengan dunia pendidikan internasional. Pengalaman belajar di Taiwan diharapkan memperkaya kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas peluang kolaborasi akademik lintas negara. (*)