Penyiaran Digital Kian Kompetitif, FDK UIN Suska Bekali Mahasiswa Ilmu Komunikasi Hadapi Industri Me

Penyiaran Digital Kian Kompetitif, FDK UIN Suska Bekali Mahasiswa Ilmu Komunikasi Hadapi Industri Me

Beritariau.com, PEKANBARU – Transformasi penyiaran konvensional menuju platform digital mengubah cara media memproduksi dan menyebarkan informasi kepada masyarakat. Menghadapi perubahan tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi dituntut tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan produksi konten, memahami etika jurnalistik, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Untuk menjawab tantangan itu, Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menggelar Kuliah Tamu Perspektif Dunia Industri, Selasa (20/10/2026), di Auditorium Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Suska Riau.

Mengusung tema “Kamera On! Babak Baru Penyiaran Digital: Satu Klik, Sejuta Penonton”, kegiatan ini menghadirkan perspektif praktisi mengenai perkembangan industri penyiaran berbasis internet, strategi produksi konten multimedia, hingga tantangan menjaga kualitas jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.

Ratusan mahasiswa semester lima Program Studi Ilmu Komunikasi mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Dekan FDK, para wakil dekan, dosen, serta jajaran pengelola program studi.

Dekan FDK UIN Suska Riau, Prof. Dr. Masduki, M.Ag., mengapresiasi penyelenggaraan kuliah tamu yang dinilainya penting untuk mendekatkan mahasiswa dengan dinamika dunia kerja.

Ia menegaskan, perkembangan teknologi komunikasi berlangsung cepat sehingga mahasiswa harus terus mengasah keterampilan dan memiliki kemampuan beradaptasi. Penguasaan teori di ruang kelas perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap praktik, tantangan, dan etika industri media.

“Mahasiswa Ilmu Komunikasi tidak boleh hanya puas menguasai teori di dalam kelas, tetapi harus memahami dinamika, tantangan, serta etika industri secara nyata di lapangan,” ujarnya.

Menurut Masduki, pembelajaran yang melibatkan praktisi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus mempersiapkan diri menjadi talenta komunikasi yang kompetitif, kreatif, dan berintegritas.

Kuliah tamu tersebut menghadirkan Yudi Saputra, S.I.Kom., jurnalis dan praktisi media digital sekaligus pendiri dan pengelola PekanbaruTV.com, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Yudi mengulas strategi produksi konten penyiaran digital, pemanfaatan berbagai platform multimedia, serta tantangan mempertahankan kualitas jurnalistik ketika informasi dapat menyebar dengan sangat cepat melalui internet.

Ia menilai, perubahan lanskap media membuat keberhasilan penyiaran tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kecanggihan peralatan. Kekuatan narasi, relevansi informasi, kreativitas, dan konsistensi dalam menyajikan konten juga menjadi faktor penting untuk menjangkau audiens.

“Konsep ‘Satu Klik, Sejuta Penonton’ bukan hanya tentang mengejar viralitas semata, melainkan bagaimana kita mampu mengemas pesan secara konsisten, kreatif, dan bertanggung jawab sehingga memiliki daya jangkau yang luas sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tegas Yudi.

Pesan tersebut menekankan bahwa jangkauan luas di platform digital perlu diimbangi tanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Kecepatan distribusi konten tidak boleh mengesampingkan akurasi, kualitas, dan etika jurnalistik.

Selain membahas proses produksi, diskusi juga menyoroti peluang karier di media digital, tantangan monetisasi konten, serta strategi menghadapi persaingan dengan media arus utama.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang ingin memahami lebih jauh kebutuhan industri dan peluang profesional di bidang penyiaran digital.

Melalui kegiatan ini, FDK UIN Suska Riau berupaya memperkuat keterkaitan pembelajaran akademik dengan kebutuhan industri media yang terus berkembang. Mahasiswa diharapkan mampu memadukan keterampilan teknis, kreativitas, kemampuan membangun narasi, serta integritas dalam menghasilkan konten yang informatif dan bertanggung jawab.

Di tengah persaingan memperebutkan perhatian audiens, kemampuan menjangkau jutaan penonton melalui satu klik perlu disertai kualitas informasi dan kepercayaan publik. Kedua hal tersebut menjadi bekal penting bagi calon insan komunikasi untuk menghadapi babak baru industri penyiaran digital. (*)