PKKMB dan Masta UMRI 2026 Resmi Ditutup, Ketua PP Muhammadiyah Bekali Sang Pencerah Muda

PKKMB dan Masta UMRI 2026 Resmi Ditutup, Ketua PP Muhammadiyah Bekali Sang Pencerah Muda

Beritariau.com, Pekanbaru -- Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Ta’aruf (Masta) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Tahun Akademik 2026/2027 resmi berakhir, Jumat (18/9/2026) siang.

Penutupan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi ribuan mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Acara penutupan dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., bersama Rektor UMRI Dr. H. Saidul Amin, MA., jajaran wakil rektor, para dekan dan pimpinan UMRI lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMRI memaparkan perkembangan jumlah mahasiswa yang saat ini mencapai 15.457 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.081 mahasiswa merupakan non-Muslim.

Sementara pada Tahun Akademik 2026/2027, UMRI menerima 3.738 mahasiswa baru, dengan sekitar 8 persen di antaranya merupakan mahasiswa non-Muslim.

Menurut Saidul Amin, keberagaman tersebut menjadi bagian dari karakter UMRI sebagai perguruan tinggi yang terbuka dan menjadi ruang pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.

“UMRI sudah berhasil menjadi rumah bagi bangsa dan agama. Mahasiswa internasional juga terus meningkat,” ujar Saidul Amin.

Ia menegaskan, pendidikan di UMRI tidak hanya diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan serta keterampilan untuk mengimplementasikan ilmu dalam kehidupan.

Konsep tersebut dirangkum dalam pendekatan head, heart, and hand.

“Head diisi dengan ilmu, visi, dan wawasan. Heart dibangun dengan keimanan dan kepercayaan, sedangkan hand merupakan keterampilan untuk mengimplementasikan ilmu dalam kehidupan,” jelasnya.

Ketua PP Muhammadiyah Ingatkan Mahasiswa Tak Takut Gagal

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Dr. Agus Taufiqurrohman mengingatkan mahasiswa baru UMRI bahwa mereka merupakan generasi yang dipersiapkan untuk mengambil peran pada masa depan.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi perlu memiliki tiga keunggulan utama, yakni moral spiritual, intelektual dan peran sosial.

Ia juga meminta mahasiswa tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti melangkah.

“Jangan takut gagal. Kegagalan adalah sebuah perjalanan. Yang paling penting, jangan pernah putus harapan,” pesannya.

Selain penguatan akademik, Agus mendorong mahasiswa membangun kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, belajar dan berorganisasi.

Mahasiswa juga diminta memiliki wawasan global sekaligus tetap memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat di daerahnya.

“Mahasiswa harus memiliki peran secara internasional, tetapi jangan lupa dengan pengembangan lokal,” tegasnya.

Menutup pesannya, Agus mengingatkan bahwa semangat kemanfaatan harus menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.

“Muhammadiyah harus menjadi rahmatan lil alamin. UMRI hadir menjadi tempat untuk alam semesta,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya PKKMB dan Masta UMRI Tahun Akademik 2026/2027, ribuan mahasiswa baru kini memasuki fase baru kehidupan sebagai mahasiswa.

Mereka diharapkan mampu membawa semangat Sang Pencerah Muda, SMART, Berkemajuan dan Berdampak bagi Semesta, dengan terus belajar, bertumbuh, mengembangkan potensi serta mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan masa depan bangsa. (*)