KJT ke-16 Jadi Ruang Riau Jajaki Teknologi dan Skema Pembiayaan Baru Infrastruktur Jalan

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Provinsi Riau terus membuka ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur jalan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Salah satu peluang tersebut akan dijajaki melalui keikutsertaan Riau dalam Konferensi Jalan dan Transportasi (KJT) ke-16 yang dijadwalkan berlangsung di Balikpapan pada 4-8 Oktober 2026. Forum tersebut akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor jalan, termasuk jejaring Indonesia dan Australia.
Rencana tersebut dibahas saat Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menerima audiensi Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Provinsi Riau di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Riau, Jumat (18/9/2026).
Pertemuan itu tidak hanya membahas agenda kehadiran Plt Gubernur Riau dalam KJT ke-16, tetapi juga peluang menyerap berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum tersebut untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan di Riau.
SF Hariyanto menyambut positif pelaksanaan forum yang mempertemukan pemerintah, asosiasi, serta berbagai pihak yang memiliki pengalaman dalam pembangunan maupun pengelolaan infrastruktur jalan.
Menurutnya, perkembangan teknologi, kebijakan, dan pendekatan baru dalam pembangunan infrastruktur harus terus dipelajari agar dapat diterapkan secara tepat sesuai kondisi daerah.
“Forum seperti ini tentu penting karena kita dapat melihat perkembangan teknologi, kebijakan, maupun pendekatan baru dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan,” ujar SF Hariyanto.
Ia menilai forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring kerja sama antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak yang bergerak di sektor infrastruktur.
“Selain membahas infrastruktur, pertemuan seperti ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi dan jaringan kerja sama yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua I HPJI Provinsi Riau Ari Sandhiyavitri menjelaskan, pembahasan dalam KJT ke-16 akan mencakup aspek pembangunan jalan secara lebih luas. Forum tidak hanya menitikberatkan pada persoalan teknis konstruksi, tetapi juga membahas teknologi, pembiayaan, sumber pembiayaan, kebijakan, operasional, hingga pemeliharaan jalan.
“Di sana tidak hanya membahas pembangunan jalan dari sisi teknis, tetapi juga teknologi, pembiayaan, sumber pembiayaan, kebijakan, operasional, hingga pemeliharaan jalan,” jelas Ari.
Menurutnya, keterlibatan jejaring Indonesia dan Australia melalui Road Engineering Association of Asia and Australasia (REAAA) juga membuka peluang pertukaran pengalaman mengenai pembangunan dan pengelolaan infrastruktur jalan.
Pengetahuan tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi Riau untuk mengembangkan pembangunan jalan yang lebih adaptif terhadap tantangan ke depan.
Ari berharap berbagai pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari KJT ke-16 nantinya tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi dapat diadaptasi dan diimplementasikan dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan daerah.
Termasuk dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi ketahanan dan keberlanjutan infrastruktur jalan.
“Mudah-mudahan ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan bisa kita implementasikan di Riau sehingga pembangunan jalan menjadi lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan iklim,” pungkasnya. (*)

