Pemko Dumai dan Tanoto Foundation Perkuat Pengasuhan Anak pada 1000 HPK

Pemko Dumai dan Tanoto Foundation Perkuat Pengasuhan Anak pada 1000 HPK

Beritariau.com, Dumai -- Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Tanoto Foundation menggelar Workshop Pengasuhan dan Stimulasi Dini secara hybrid di Gedung Sri Bunga Tanjung, Selasa (8/9/2026).

Workshop tersebut mengangkat tema “Memperkuat Pengasuhan dan Stimulasi Dini pada 1000 HPK sebagai Fondasi SDM Unggul Kota Dumai Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kegiatan dibuka Wali Kota Dumai yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Dumai, Muhammad Yunus.

Pengembangan Anak Jadi Prioritas

Dalam sambutannya, Muhammad Yunus mengapresiasi dukungan Tanoto Foundation terhadap upaya meningkatkan tumbuh kembang anak di Kota Dumai.

Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mempersiapkan kualitas generasi penerus untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Pengembangan anak usia dini merupakan isu prioritas strategis yang membutuhkan dorongan dari semua pihak. Melalui workshop ini, kita berharap lahir inovasi dan kreativitas yang dapat dibagikan kepada masyarakat untuk mewujudkan generasi emas di Kota Dumai,” ujar Yunus.

Ada 31.187 Anak Usia Dini di Dumai

Regional Lead Tanoto Foundation, Dendi Satria Utama, mengatakan dukungan terhadap Pemko Dumai diberikan setelah dilakukan asesmen awal. Hasil asesmen menunjukkan adanya komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan anak usia dini yang tercantum dalam RPJMD 2025-2029.

Menurut Dendi, penguatan kapasitas perlu dilakukan secara lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Selain itu, regulasi di tingkat daerah juga perlu diselaraskan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA).

“Terdapat 31.187 anak usia dini di Kota Dumai. Jika seluruhnya difasilitasi dengan pengasuhan dan stimulasi yang optimal, Kota Dumai akan memetik manfaat besar dari bonus demografi di masa depan,” jelas Dendi.

Dorong Inovasi Kebijakan Daerah

Kepala Bappeda Kota Dumai Budhi Hasnul mengatakan workshop tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman lintas sektor mengenai pengasuhan dan stimulasi dini.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang awal untuk menggali peluang inovasi kebijakan terkait pengembangan anak usia dini di Kota Dumai.

“Melalui kegiatan ini kita dapat mengumpulkan data serta informasi komprehensif terkait Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI),” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, workshop tersebut ditargetkan menghasilkan asistensi teknis dalam penyusunan pokok pikiran serta Draft Rancangan Peraturan Wali Kota (Ranperwako).

Proses tersebut dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.

Libatkan Lintas Sektor

Workshop turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bunda PAUD Kota Dumai Hj. Leni Ramaini, Direktur Pusat Kajian SDGs UIR yang juga Tim Ahli, Dr. Azharuddin M. Amin, serta perwakilan Tanoto Foundation.

Peserta dan unsur yang terlibat berasal dari berbagai sektor. Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas PPPA, Dinas DPPKB, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pendidikan, serta Kementerian Agama Kota Dumai.

Selain itu, kegiatan diikuti jajaran Bunda PAUD dan TP-PKK tingkat kecamatan dan kelurahan, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), organisasi profesi kesehatan seperti IDAI, IBI dan PERSAGI.

Mitra PAUD yang hadir meliputi HIMPAUDI, IGTK, IGRA, PP PAUD dan Pokja PAUD. KUA serta seluruh kepala puskesmas se-Kota Dumai juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. (*)