Pemko Pekanbaru Targetkan Seragam Sekolah Gratis Tersalur Paling Lambat Oktober

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Kota Pekanbaru terus mempercepat penyaluran seragam sekolah gratis bagi puluhan ribu peserta didik baru tingkat SD dan SMP. Pemko menargetkan bantuan tersebut sudah diterima siswa paling lambat Oktober 2026.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan percepatan penyaluran menjadi perhatian pemerintah setelah masih ditemukan siswa yang belum menerima seragam sekolah.
Hal itu disampaikannya seusai memimpin upacara hari pertama sekolah di SMPN 22 Pekanbaru, Senin (31/8/2026), setelah kegiatan belajar kembali dilaksanakan secara tatap muka pascapemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap.
“Karena tadi kita lihat masih ada anak-anak kita yang masih menunggu terkait baju sekolahnya,” kata Agung.
Menurutnya, setiap peserta didik akan memperoleh tiga stel seragam secara gratis. Untuk siswa SD disediakan seragam merah putih, sedangkan siswa SMP mendapatkan seragam biru putih. Selain itu, bantuan juga mencakup seragam olahraga dan pramuka.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemko Pekanbaru membantu meringankan beban orang tua atau wali murid, khususnya dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak.
“Karena memang tidak semua anak di Kota Pekanbaru ini orang tuanya memiliki biaya untuk membeli baju seragam, sehingga pemerintah hadir untuk memberikan mereka sekolah gratis,” ujarnya.
Agung menegaskan, kebijakan pendidikan gratis yang dijalankan Pemko tidak hanya berkaitan dengan biaya sekolah. Pemerintah juga memberikan seragam secara cuma-cuma dan telah menghapus kebutuhan pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS).
“Jadi tidak hanya dari biaya uang sekolahnya saja, tapi bajunya juga kita gratiskan. Termasuk LKS kita juga sudah tidak ada lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan bantuan seragam tersebut akan diberikan kepada sekitar 9.800 peserta didik SD dan 11.000 peserta didik SMP.
Ia memastikan proses pengadaan sudah berjalan karena data ukuran pakaian seluruh siswa penerima telah dikumpulkan.
“Sesuai kontrak kita, paling lambat bulan 10 (Oktober) harus sudah siap. Karena data ukuran anak semuanya sudah dapat, sekarang sudah proses,” ungkap Jamal.
Jamal mengakui proses penyaluran tahun ini menjadi bahan evaluasi bagi Pemko Pekanbaru. Sebelumnya, program seragam gratis pada awalnya hanya direncanakan bagi peserta didik jalur afirmasi, namun kemudian diperluas untuk seluruh peserta didik baru SD dan SMP.
“Tahun ini sebenarnya kalau dibilang terlambat, tidak. Karena kemarin kita baru mulai proses pengadaan di bulan 7 (Juli). Awalnya kan hanya untuk afirmasi, kemudian dibagikan untuk seluruhnya,” katanya.
Untuk tahun depan, Pemko Pekanbaru akan mengupayakan proses pengadaan dilakukan lebih awal. Pengukuran seragam ditargetkan dapat dilakukan saat proses pendaftaran ulang sehingga seragam sudah bisa dibagikan pada Agustus.
“Tahun depan kalau memang anggaran ada, saat pendaftaran ulang itu sudah bisa kita ukur. Sehingga di Agustus sudah bisa dibagikan. Tahun ini jadi bahan evaluasi kita untuk disampaikan kepada bapak wali kota,” tutup Jamal. (*)

