Buka MTQ Minas, Bupati Afni Tegaskan Pembinaan Qori-Qoriah Lebih Penting dari Astaka Megah

Buka MTQ Minas, Bupati Afni Tegaskan Pembinaan Qori-Qoriah Lebih Penting dari Astaka Megah

Beritariau.com, MINAS – Bupati Siak Afni menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak untuk terus melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) meski di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, pembinaan qori dan qoriah harus menjadi prioritas utama karena menyangkut keberlanjutan prestasi sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Afni saat membuka MTQ tingkat Kecamatan Minas di Lapangan Bola Kampung Rantau Bertuah, Jumat (16/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Siak.

Afni menilai, keberhasilan MTQ tidak semestinya hanya diukur dari kemegahan astaka atau panggung pelaksanaan. Lebih dari itu, kualitas peserta dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan harus menjadi perhatian agar mampu melahirkan qori dan qoriah berprestasi.

“Di tengah keterbatasan anggaran, saya bersama Wakil Bupati Siak tidak akan menghilangkan pelaksanaan MTQ karena pembinaan qori dan qoriah sangat menjadi perhatian,” kata Afni.

Menurutnya, pembinaan yang konsisten mulai menunjukkan hasil. Salah satu peserta asal Kabupaten Siak yang mewakili Provinsi Riau berhasil meraih peringkat kedua pada cabang Tilawah Tartil Putra dalam MTQ tingkat nasional.

Prestasi tersebut, lanjutnya, menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga kesinambungan pembinaan, sehingga semakin banyak generasi muda Siak yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

LPTQ Dikembangkan Menjadi Quran Center

Untuk mendukung pembinaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak telah memindahkan sekaligus merenovasi kantor Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) ke Mess Pemda di pusat Kota Siak Sri Indrapura.

Lokasi itu selanjutnya dikembangkan secara bertahap menjadi Quran Center. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan yang mendukung peningkatan kemampuan peserta, sekaligus memperkuat persiapan qori dan qoriah menghadapi berbagai ajang perlombaan.

Bagi Afni, investasi dalam pembinaan sumber daya manusia di bidang keagamaan harus tetap berjalan meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan keuangan. Dengan pembinaan yang terarah, pelaksanaan MTQ diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kenang Perjuangan di Kampung Rantau Bertuah

Dalam kesempatan tersebut, Afni juga mengenang Kampung Rantau Bertuah sebagai salah satu tempat penting dalam perjalanan politiknya. Ia mengaku pertama kali datang ke kampung itu untuk menemui masyarakat yang menyampaikan persoalan perkebunan K2I pada masa pemerintahan Bupati Arwin.

“Kampung Rantau Bertuah ini sudah menjadi sejarah pertama saya ingin mencalonkan diri. Saat itu masyarakat banyak mengadu terkait perkebunan K2I yang masuk dalam kawasan,” ujarnya.

Kenangan tersebut turut mengingatkan Afni bahwa pembangunan daerah harus tetap memperhatikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Aspirasi warga, menurutnya, perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan dan pembangunan.

Minta Kebutuhan Warga Minas dan Kandis Diperhatikan

Selain berbicara mengenai pembinaan keagamaan, Afni menyinggung rencana Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengeksplorasi sumur minyak baru yang masih menghadapi kendala persoalan lahan.

Dalam rapat bersama Kantor Staf Presiden pada Jumat siang, ia meminta agar kepentingan masyarakat di Kecamatan Minas dan Kandis turut diperhatikan, terutama menyangkut ketersediaan air bersih dan pembangunan infrastruktur.

Afni menekankan, aktivitas pembangunan dan pengembangan sektor energi perlu berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.

“Saya sampaikan masyarakat Minas dan Kandis itu baik, tetapi saya minta perhatikan masyarakat kami, terutama terkait ketersediaan air bersih,” kata Afni.

Ia berharap pembangunan di Kabupaten Siak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas, tanpa mengesampingkan kebutuhan dasar warga. Pada saat yang sama, pembinaan keagamaan melalui MTQ harus tetap diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berprestasi dan berakhlak.

Melalui pelaksanaan MTQ Kecamatan Minas, Pemerintah Kabupaten Siak berharap tradisi mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus melahirkan qori dan qoriah yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional. (*)