Pembangunan Balai Adat Persukuan Melayu Dt. Majolelo Capai Lantai II

Pembangunan Balai Adat Persukuan Melayu Dt. Majolelo Capai Lantai II

Beritariau.com, Kuok - Pembangunan Balai Persukuan Melayu Datuok Majolelo Pulau Belimbing Kenegerian Kuok terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Dalam waktu sekitar satu bulan sejak dimulai, pembangunan balai adat tersebut kini telah memasuki tahap pengerjaan lantai II.

Perkembangan tersebut menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat. Dukungan terhadap pembangunan balai adat tidak hanya datang dari anak kemenakan Persukuan Melayu Dt. Majolelo yang berada di Kuok, tetapi juga dari berbagai daerah lain hingga luar negeri.

Kepala Persukuan Melayu, Damanhuri Dt. Majolelo, menyampaikan bahwa capaian pembangunan tersebut merupakan hasil dari kekompakan seluruh perangkat adat dan masyarakat yang terus bahu-membahu mendukung pembangunan balai adat.

“Alhamdulillah, capaian pembangunan ini merupakan hasil dari kebersamaan dan kekompakan seluruh perangkat adat serta anak kemenakan Persukuan Melayu Dt. Majolelo,” ujarnya usai kegiatan gotong royong di lokasi pembangunan Balai Adat Persukuan Melayu Dt. Majolelo di Dusun Pulau Belimbing I, Desa Persiapan Pulau Belimbing, Kecamatan Kuok, Ahad (10/05).

Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh donatur serta masyarakat yang telah memberikan bantuan, baik berupa material, tenaga maupun dukungan lainnya sehingga pembangunan dapat berjalan dengan cepat.

Menurutnya, semangat gotong royong dalam pembangunan balai adat tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat dari Persukuan Melayu Dt. Majolelo, tetapi juga mendapat dukungan dari persukuan lain yang ikut bersama-sama membantu proses pembangunan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Khairul, mengatakan bahwa bantuan dari para donatur hingga saat ini masih terus mengalir. Dukungan datang dari berbagai daerah seperti Kuok, Bangkinang, Pekanbaru, Jakarta hingga Malaysia.

“Alhamdulillah, perhatian dan kepedulian masyarakat sangat besar terhadap pembangunan balai adat ini. Bantuan terus berdatangan dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Khairul menambahkan bahwa panitia pembangunan masih membuka kesempatan bagi masyarakat maupun donatur yang ingin ikut berpartisipasi membantu kelanjutan pembangunan, baik dalam bentuk bantuan dana maupun material bangunan.

Ia berharap pembangunan Balai Adat Persukuan Melayu Dt. Majolelo dapat segera rampung dan nantinya menjadi pusat kegiatan adat dan budaya, sekaligus menjadi simbol persatuan serta kebersamaan anak kemenakan di Kenegerian Kuok. (*)