Haul Syekh Imam Sabar Jadi Pengingat Jejak Dakwah Islam di Mandau dan Pinggir

Haul Syekh Imam Sabar Jadi Pengingat Jejak Dakwah Islam di Mandau dan Pinggir

Beritariau.com, Pinggir – Ratusan jamaah menghadiri haul ke-66 Tuan Syekh H. Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi yang digelar di komplek pemakaman beliau di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Minggu (10/5/2026). Kegiatan berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan atas jasa ulama besar penyebar Islam dan Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Mandau dan sekitarnya.

Haul diawali dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, takhtim, doa bersama, serta pembacaan manaqib yang mengisahkan perjalanan dakwah dan perjuangan Tuan Syekh Imam Sabar dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Mandau, Pinggir, Talang Muandau hingga daerah sekitar.

Ketua Panitia Haul, H. Zulfan Efendi, S.Sos mengatakan, kegiatan ini bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi momentum mengenang perjuangan ulama yang telah berjasa membangun kehidupan keagamaan masyarakat.

“Haul ini menjadi bentuk penghormatan kepada Tuan Syekh Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi yang telah banyak berjasa dalam perkembangan Islam dan Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Mandau dan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Tuan Syekh Imam Sabar lahir pada tahun 1878 dan wafat pada 7 Mei 1960. Beliau merupakan murid dari Tuan Syekh Al-Masaih Abdurrahman Kota Intan yang juga merupakan murid langsung dari Syekh Abdul Wahab Rokan, tokoh besar Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia.

Menurut Zulfan, perjuangan dakwah yang diwariskan para ulama terdahulu harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi muda agar nilai-nilai ukhuwah, persatuan, dan syiar Islam tetap hidup di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan perwakilan kepala desa sekitar, Akhyar Mukmin. Ia menilai Tuan Syekh Imam Sabar memiliki peran besar dalam mengislamkan masyarakat suku asli di wilayah Mandau yang saat itu masih berada dalam kekuasaan Kerajaan Siak Sri Indrapura.

“Haul ini menjadi pengingat bagi kita tentang pentingnya menghargai perjuangan ulama dalam menyebarkan agama Islam dan membangun kehidupan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bengkalis Kasmarni yang diwakili Camat Pinggir Zama Riko Dakanahay menyebut sosok Tuan Syekh Imam Sabar tidak hanya dikenal sebagai penyebar agama, tetapi juga pemersatu umat melalui pendekatan dakwah dan pendidikan.

“Beliau meninggalkan warisan nilai akhlak, persatuan, dan kebersamaan yang masih dirasakan masyarakat hingga hari ini,” ungkap Zama Riko.

Kegiatan haul kemudian ditutup dengan makan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan dan silaturahmi antarjamaah yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Bengkalis dan sekitarnya. (*)