Luna Maya Kehilangan 800 Ribu Followers Usai Instagram Bersih-Bersih Akun Bot

Luna Maya Kehilangan 800 Ribu Followers Usai Instagram Bersih-Bersih Akun Bot

Beritariau.com, Jakarta - Fenomena penurunan jumlah followers di platform Instagram tengah menjadi perhatian publik setelah sejumlah pengguna, termasuk selebritas dunia dan Tanah Air, mengalami pengurangan pengikut secara signifikan akibat proses pembersihan akun oleh pihak pengelola platform.

Salah satu yang terdampak adalah aktris Luna Maya. Ia mengaku kehilangan sekitar 800 ribu pengikut di akun Instagram miliknya. Hal tersebut ia sampaikan melalui unggahan di platform Threads, menyusul kebijakan pembersihan akun yang dilakukan oleh Meta Platforms selaku induk perusahaan Instagram.

“Instagram lagi bersih-bersih,” tulis Luna Maya dalam unggahannya, merespons fenomena tersebut.

Dalam percakapan dengan rekannya, Iwet Ramadhan, Luna juga mengonfirmasi jumlah pengikut yang hilang cukup besar, yakni mencapai 800 ribu akun. Ia menduga banyak di antaranya merupakan akun bot atau tidak aktif.

“800k, mayan juga bot banyak juga ternyata,” ujarnya.

Meski mengalami penurunan signifikan, Luna Maya menilai hal tersebut tidak menjadi masalah. Menurutnya, justru ini membuat jumlah pengikut yang tersisa lebih berkualitas karena merupakan pengguna aktif.

“Bener, nggak apa-apa bagus justru, only real people now follows,” tambahnya.

Fenomena ini tidak hanya dialami oleh Luna Maya. Sejumlah figur publik dunia juga mengalami penurunan jumlah pengikut, termasuk pesepakbola Cristiano Ronaldo yang dilaporkan kehilangan sekitar 18 juta followers, serta pesepakbola Lionel Messi yang kehilangan sekitar 8 juta pengikut.

Selain itu, selebritas internasional seperti Ariana Grande dan pengusaha Kylie Jenner juga dilaporkan mengalami penurunan jumlah pengikut yang cukup besar.

Pihak Meta Platforms menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan bagian dari proses rutin pembersihan akun tidak aktif dan bot untuk menjaga kualitas platform. Akun yang sudah tidak aktif atau ditangguhkan akan dihapus dari sistem setelah proses verifikasi.

Dengan langkah ini, perusahaan berharap jumlah pengikut yang ditampilkan lebih mencerminkan pengguna aktif yang sebenarnya, sekaligus meningkatkan kualitas interaksi di dalam platform Instagram. (*)