Empat Bulan, DPKP Pekanbaru Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Beritariau.com, Pekanbaru - Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru mencatat tingginya aktivitas evakuasi ular di lingkungan permukiman warga sepanjang awal tahun 2026. Dalam periode Januari hingga April, petugas telah melakukan sebanyak 214 kali evakuasi ular dari berbagai lokasi di Pekanbaru.
Kepala DPKP Pekanbaru, Zarman Candra, mengungkapkan bahwa jenis ular yang dievakuasi cukup beragam, mulai dari ular piton hingga ular kobra yang tergolong berbisa dan berbahaya. Sebagian besar kasus terjadi saat ular masuk ke rumah warga atau berada di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Ia menegaskan bahwa proses evakuasi ular bukanlah hal yang aman dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Risiko gigitan, terutama dari ular berbisa, sangat tinggi dan dapat mengancam keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera menghubungi petugas jika menemukan ular, jangan mencoba menangani sendiri,” ujarnya.
Selain menangani evakuasi ular, tim DPKP juga aktif melakukan berbagai operasi penyelamatan lainnya. Petugas turut mengevakuasi satwa seperti lebah, tawon, biawak, musang, trenggiling, monyet, hingga anjing yang dianggap mengganggu atau berpotensi membahayakan warga.
Tak hanya itu, layanan penyelamatan juga mencakup bantuan non-kebakaran, seperti membuka pintu atau kendaraan yang terkunci, melepas cincin yang tersangkut di jari, hingga membantu warga dalam kondisi darurat lainnya.
Secara keseluruhan, selama empat bulan tersebut, tim DPKP Pekanbaru telah menangani total 455 kasus evakuasi dan penyelamatan di lapangan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, layanan darurat DPKP Pekanbaru dapat dihubungi melalui nomor yang telah disediakan. Pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini demi menjaga keselamatan bersama serta menghindari risiko yang tidak diinginkan. (*)

